RAHASIA DOKTER ELANG
Mae_jerdi atas ranjang dokter 21 tamatdokter tampanrumah sakit jiwa tampanpakaian dokter kecil
Selama bekerja di rumah sakit ini, jarang sekali staf medis apalagi dokter spesialis senior seperti Elang, bersedia memberikan nomor pribadi, apalagi pada residen sepertinya yang dianggap tidak penting.
"Terima kasih lagi, dok," ucapnya pelan, suaranya masih terdengar malu-malu sambil memeluk erat ponsel itu di dada.
Elang hanya mengangguk singkat, lalu berbalik badan seolah tak terjadi apa-apa. Ia merapikan sedikit jas dokternya yang tadi agak kusut karena terlalu banyak bergerak, lalu melirik tajam ke arah Dean yang masih berdiri di ambang pintu sambil menahan tawa. Tatapan itu seolah memberi peringatan keras agar sahabatnya itu tidak berkomentar macam-macam. Namun, Dean bukanlah orang ya
人気のチャプター