Dua Kakak Tiriku Yang Posesif
Misteri itu kembali menggantung, menyisakan petunjuk samar yang memuakkan: kamar 404, noda darah, dan seragam pelayan klub malam Le Noir.
Dominic memejamkan sepasang mata abu-abunya selama beberapa saat, meredam badai kemurkaan dan frustrasi yang nyaris membakar kewarasannya. Ketika ia membuka matanya kembali, sorot matanya telah bertransformasi menjadi jauh lebih dingin, tajam, dan sarat akan dendam yang membeku.
"Victor."
"Ya, Tuan Muda," sahut Victor dengan ketegasan yang mutlak.