BE WITH YOU
“Maunya nggak sendiri. Sebenarnya aku penakut. Takut ini itu. Takut ketemu penjahat, takut ngelakuin kesalahan yang memalukan, dan hal menakutkan lainnya yang bisa aja terjadi saat aku sendiri. Tapi di saat tahu kalau nggak ada lagi yang bisa aku percaya, sendiri itu jauh lebih baik.”
“Gue ngerti. Ortu lo nggak keberatan lo pergi sendirian?”
Tiba-tiba aku bisa melihat bayangan wajah mama dan papa di atas permukaan air sungai. “Mama awalnya nggak ngijinin, tapi ya dengan ngeyakinin beliau, aku berhasil ke sini. Kalau papa, kayaknya nggak tahu deh kalau aku pergi. Kami nggak satu rumah soalnya. Kalau papa tahu pasti ngomel nggak ngizinin karena aku anak perempuan satu-sat... Eh, bukan. Aku uda
Bab Populer