Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

Begitu sampai, dia memarkir motornya di halaman, berjajar dengan motor lain dan sebuah mobil mewah. Gilang menenteng helm full-face seharga dua jutaan di tangan, dan masuk ke dalam gedung yang masih sepi itu. Denting kaca terdengar dari area bar. Seorang pria muda bercelemek tanpa kaus dalam, tampak sibuk mengelap gelas-gelas. "Woi, Lang! Kenapa nggak nongol kemarin? Lo ditanyain tuh sama Tante Sarah!" seru Bima lantang. "Katanya dia kangen sama rudal anaconda berondongnya!"
1046.0K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as dongeng bucin
Read
+Library
Bukan Cerita Dongeng

Bukan Cerita Dongeng

Hai readers, cerita ini hanya fiktif belaka ya. Kalau ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. Semoga suka, selamat membaca🤎 ---------------------------------- "Aneh, ngga biasanya langit Jepang mendung sampai begini." Celeteuk Dinda di kala heningnya ruang tamu apartemennya.
18.5K viewsOngoingAdded to Library 627 Times as dongeng bucin
Read
+Library
Gundik Bangsawan Belanda

Gundik Bangsawan Belanda

"Aku ingin membacakan sebuah dongeng untukmu." "Dongeng?" "Ya, dongeng. Ini semacam cerita penghantar tidur. Kami orang-orang barat sering menggunakan cerita untuk menidurkan anak-anak. Sama halnya dengan kalian, hanya saja kami mungkin lebih teliti karena menggunakan buku."
1012.4K viewsCompletedAdded to Library 321 Times as dongeng bucin
Read
+Library
BERONDONG

BERONDONG

Tapi tetap salah Roney karena telah membawa Elang menuju kamuflase kambing congek. "Salah lo sendiri gak bawa buntut" timpal Roney sambil menjulurkan lidahnya. Buntut yang di maksud Roney bukanlah ekor panjang yang biasanya tumbuh di bokong hewan yang sering bergelantungan dan doyan pisang. Maksud Roney adalah Rere. "Oy! Lo yang ngawur bangke. Ngajakin nge-mall pas malem jumat! Berasa jadi babi keluyuran gue"
108.2K viewsOngoingAdded to Library 295 Times as dongeng bucin
Read
+Library
Legenda Pendekar Pedang Liu Shin

Legenda Pendekar Pedang Liu Shin

Bommmm Dua Biksu Murid Kuil Lonceng Suci bergerak sangat cepat menyerang dua orang Pemburu dengan telapak tangan, membuat dua Pemburu itu terpental keluar Kuil Naga puluhan meter dan tewas seketika. "Apa Kamu yang membunyikan lonceng?" tanya Biksu kepada Tetua Rong. Tetua Rong hanya mengangguk, "Aku di perintah Biksu Agung Lee Yao mengembalikan Bing Susie ke Kuil Lonceng Suci." "Dimana Biksu Yao?" tanya Biksu itu terlihat sangat berwibawa. "Bing Susie lebih aman berada di sini, Kekaisaran Bing sangat kacau situasinya." sahut Biksu yang lainnya.
9.5400.5K viewsCompletedAdded to Library 13.2K Times as dongeng bucin
Show Reviews (60)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Kurnia Novendra
mau nanya bos,.padahal saya sudah baca legenda pendekar pedang Liu Shin ini udh sampai Liu shin ikut pertandingan di kerajaan shung setelah dia mengobati racun kalajengking hitam,.kok sekarang balik ke awal lagi,.!?mohon dilanjtkan seperti semula lagi bos,.Liu Shin ikut pertandingan yg ke 4,.
Read All Reviews
Semalam Bersama Tuan Presdir

Semalam Bersama Tuan Presdir

batin Hendi dalam hati. "Bima! Apakah kau sudah minum obat?" tanya Aruna. Bima memandang ke arah Hendi. Lelaki itu meneguk ludahnya kasar. Bima menggelengkan kepalanya lemah. Percuma saja menipu Ibunya, karena jumlah obat itu sudah di hitung oleh Aruna. Hendi terdiam, bersiap untuk mendengarkan omelan Dion. "Bima, ayo minum obat dulu obatnya. Kau tak tahu dalam mitologi di Tiongkok di sebut Qilin?" tanya Dion.
1049.9K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as dongeng bucin
Read
+Library
Dongeng Zanna

Dongeng Zanna

Bagas Zo menarik dompet dari saku celana kain yang melekat pada kaki gemuknya, lalu mengeluarkan lembaran seratus ribu sebanyak lima lembar dan menaruh uang itu di meja. “Ini, gunakan untuk ongkos urus pendaftaran dan beli buku," ujar Bagas menyeringai. Zanna tidak bergeming, dia tetap melakukan ritual makannya dengan tatapan kosong seperti robot. Bagas yang langkahnya sudah hampir mencapai pintu, berbalik dan menatap Zanna, “Papa bangga kok sama kamu. Kamu anak cerdas tidak seperti anak-anak papa yang lain. Kamu juga sangat cantik.” Bagas mengucapkan kalimatnya dengan sungguh-sungguh.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 178 Times as dongeng bucin
Read
+Library
Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

seru Ucup begitu sampai di meja, napasnya memburu seolah baru saja dikejar anjing galak. Hana yang sedang asyik meminum jus jeruknya tersentak. "Kenapa lagi, Bang? Ada penampakan?" "Tadi ada bule... cewek cantik, dia bicara pakai bahasa yang tidak kumengerti! Dia terus-terusan bicara padaku di depan toilet," lapor Ucup dengan wajah panik. Hana menyipitkan matanya, menatap Ucup dengan curiga. "Pasti Bang Ucup godain dia kan? Hayo mengaku! Pakai jurus apa sampai bule bisa nyamperin Abang?"
103.8K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as dongeng bucin
Read
+Library
DINODAI SEPUPU

DINODAI SEPUPU

Dia kesal melihat guratan tipis di bibir Bara. “Kalau lihat kamu seperti ini, bawaannya pengen cium.” “Abang aja, tuh, yang pikirannya aneh.” Hana salah tingkah mendengar ucapan Bara. “Serius nggak mau dicium?” “Apaan, sih, Bang? Semoga anak aku nggak dengar.” Hana tidak menyadari kalau dirinya telah mengakui bayi dalam kandungannya sebagai anaknya.
5.4K viewsCompletedAdded to Library 140 Times as dongeng bucin
Read
+Library
Pocong Andong Penjemput Jiwa

Pocong Andong Penjemput Jiwa

Berminggu-minggu beberapa desa tampak seperti desa mati setelah malam tiba. Hal itu disebabkan karena banyaknya orang meninggal yang ditemukan pada pagi harinya dalam keadaan telungkup. Menurut kabar yang berbedar, mereka meninggal setelah bertemu pocong berwajah hancur dengan kedua bola mata merah besarnya. Kedatangan pocong tersebut juga selalu disertai dengan bunyi gemerincing andong, padahal di desa mereka sama sekali tidak ada yang mempunyainya. Jelas saja itu adalah andong gaib yang tengah ditunggangi oleh pocong penjemput nyawa. Hingga suatu malam, tepatnya pukul 20.10. Arkan yang baru saja pulang mengerjakan tugas di rumah temannya itu dibuat
91.7K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as dongeng bucin
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status