Pendekar Bukit Meratus
Wajar, masih muda, nggak bisa lihat yang bening-bening, pikir Kakek Asan tertawa dalam hati.
Tiba-tiba terdengar suara ribut di luar pondok.
“He-he-he…rupanya dua anjing itu sudah membawa si putri cantik itu ke sini, heii jongos, mana si putri itu, apakah sedang di obati kakek Asan si Raja Obat,” terdengar suara tawa dan bentakan.
Boon Me sampai terkejut, lalu dia pun pelan-pelan keluar dari pondok ini dan melihat apa yang terjadi.