Lima Samurai Batavia
belum saja Jang Hyuk memaparkan lebih lanjut, Fadjar sudah menahan tawa, “Kau kira aku berhasil dibohongi?”
“Siapa yang membohongimu?”
Fadjar beranjak dari kursi, “Apa yang sebenarnya dimaksud dengan kemerdekaan itu?”
Jang Hyuk ikut-ikutan berdiri, “Kebebasan,”
“Aku tak yakin dapat meraihnya,” senyum Fadjar, “lagipula, ada satu hal yang perlu je ingat dan perhatikan,” dia siap-siap melangkah menuju pintu ruang tamu. Langkah kakinya diikuti oleh Jang Hyuk. Padahal, tak ada kata pamit yang terlontar dari mulut, apalagi izin untuk menyudahi perbincangan ini. “Jangan samakan negara je dengan negara kami!” serunya. “Jika Nippon kalah dalam perang dunia, Joseon dapat meraih kemerdekaannya. Lalu, b
Hot Chapters