DENDAM
Kupandangi wajah pucat Mamah, betapa menderitanya Mamah, kehilangan Alena.
Kuseka pelan air mata, aku tetap harus berusaha kuat.
---------
Menghilangkan rasa jenuh, aku berselancar di aplikasi berwarna biru.
Terlihat beberapa akun menshare berita tentang pembunuhan yang di alami istriku.
Dering panggilan masuk, dari nomor tidak di kenal. Aku pun menerima panggilan itu.
"Hallo," ucapku, dengan menempelkan benda pipih itu ke telinga.