Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
HURT

HURT

Sayangnya, ia terlalu pengecut untuk bunuh diri dan dengan percaya diri lebih memilih untuk menahan rasa sakit, yang pada akhirnya justru akan membunuhnya secara perlahan. Lee Joon bangkit dari posisi tidurnya dan berjalan ke pantri. Diambilnya sekaleng bir dari lemari es, membuka penutupnya dengan sekali tarik, dan menenggak isinya dengan terburu-buru. Membuat cairan kekuningan lolos dari mulutnya dan menetes ke kemeja putih yang ia kenakan.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai drowned
Baca
+Pustaka
FATED

FATED

“Yoon Jae Oppa … i-ia mengalami kecelakaan.” Genggaman pada ponselku kian melemah dan pandanganku memburam karena genangan air mata di pelupuk mata.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai drowned
Baca
+Pustaka
BROKEN

BROKEN

Nick dengan kesendiriannya melawan rasa putus asa yang semakin kronis. Dia berjalan terseok-seok karena kehabisan tenaga. Sengatan matahari membuatnya sedikit terhuyung. Ia sangat haus dan kelaparan. Sepanjang perjalanan ia tak menjumpai makanan, hutan tropis itu seakan kering. Nick terjatuh dan kesadarannya menghilang, jiwanya terbang ke sebuah sungai. Seorang perempuan cantik bermata biru mengajaknya bermain air. Gadis itu menarik Nick ke dalam air dan pada saat ia akan tenggelam, kelopak matanya terbuka diiringi deru napas yang tak beraturan.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai drowned
Baca
+Pustaka
Dia

Dia

Niat hati ingin mampir ke supermarket untuk membeli bahan masakan sebelum dirinya menuju apartemen Ken, yang ada malah dirinya terjebak sendirian di sini. Lea mengeratkan genggamannya pada kantung belanjaan yang berlogo salah satu super market besar. Gadis dengan rambut di kuncir setengah itu menggigit bibirnya sambil menunduk. Dingin. Dia sudah mencoba menghubungi Ken, tapi ponselnya tidak aktif. Terang saja, tadi sebelum Lea pergi ke supermarket Ken sudah bilang bahwa dia ingin tidur dan ponselnya sedang lowbat yang mana saat ini pasti sudah mati. Ugh, bisa Lea bayangkan Ken yang sedang bergulung di balik selimut tebal dengan nyaman, berbanding terbalik dengan dirinya yang malah terciprat
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai drowned
Baca
+Pustaka
DAISY

DAISY

Setiap tarikan napas, seperti siksaan nyata bagi Daisy. Lama sekali ajal menjemputnya, padahal sejak tadi Daisy sudah kesulitan bernapas. Keringat sebesar butir jagung membasahi pelipisnya, bersama air mata yang terus mengalir tanpa henti. Ia sudah tidak kuat menahan rasa sakit ini. Tidak kuat. Sampai tiba-tiba, seseorang merengkuh tubuhnya.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai drowned
Baca
+Pustaka
DOWN UNDER DOWN

DOWN UNDER DOWN

Aku mengangkat tubuhku dari dalam air; nafasku sesak. Aku sempat nyaris hilang kesadaran. Mungkin karena panasnya cukup membuatku pusing. Tapi, aku merasa mendengar seseorang memanggil-manggil namaku. Nial?
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai drowned
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Kupandangi wajah pucat Mamah, betapa menderitanya Mamah, kehilangan Alena. Kuseka pelan air mata, aku tetap harus berusaha kuat. --------- Menghilangkan rasa jenuh, aku berselancar di aplikasi berwarna biru. Terlihat beberapa akun menshare berita tentang pembunuhan yang di alami istriku. Dering panggilan masuk, dari nomor tidak di kenal. Aku pun menerima panggilan itu. "Hallo," ucapku, dengan menempelkan benda pipih itu ke telinga.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 787 kali sebagai drowned
Baca
+Pustaka
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai drowned
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status