Mr. Airlangga
Ini kenyataan, dia sudah tidak ada di sini lagi.
Tenggorokanku terasa sangat kering, seperti padang pasir di musim kemarau. Aku tidak ingat kapan terakhir kali air turun melewatinya. Menengguk air yang aku tuangkan ke dalam gelas, aku tidak menemukan kesegaran di dalamnya, tetapi rasa sakit seperti ribuan jarum yang menyerbu masuk.
Aku berdiri dalam dalam kegelapan, terlalu lelah untuk tidur tetapi tidak mempunyai daya untuk terus terjaga. Dadaku terasa nyeri, seperti ada lubang besar menganga, membuat semuanya menjadi hampa.
Hot Chapters