PENDEKAR TAPAK DEWA
“Tidak! Bagaimana mungkin aku membunuh saudara kembarku sendiri! Kita bersaudara! Lihat wajah kita, bagai pinang dibelah dua, bukan?”
“Apa? Kausaudara kembar aku...?! Kaujangan coba-coba untuk memperdayaiku, pemuda asing!”sanggah Putri Mantika dengan suaranya yang lantang. “Apa buktinya kalau aku ini kembaranku! Kalau hanya wajah yang mirip, itu belumlah cukup, sebab betapa banyak orang yang memiliki wajah yang mirip tapi bukan bersaudara!”