Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan
Berat tubuhnya yang menekan—padat, kuat, aman.
Bibir di lehernya—panas, basah, memabukkan.
Dan sensasi tepat sebelum ia terbangun—sensasi yang belum selesai, yang masih menggantung, yang membuat tubuhnya masih menginginkan lebih.
Rasa terpenuhi yang hampa.
Tuhan, pikirnya, menutup mata keras-keras. Tuhan, aku bermimpi erotis tentang tetangga.
* * *