Istri Yang Kau Ceraikan
Tak sampai di situ, Mas Radit kembali membuka mushaf yang ia letakkan tadi di sudut sajadah.
Pelan, suaranya mulai terdengar.
"Shadaqallahul Adzim."
Mushaf di tangan ia tutup dan kini matanya membidikku. Mas Radit mengayunkan tangan, memintaku duduk di atas sajadah.
Tubuh sudah berhadapan dengannya, tatapan kami kembali bertemu. Terasa ada yang menghangat di pelupuk mata.
"Kenapa membohongi, Mas?"