Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

“Goceng, Aa,” “Mau dua!” “Boleh. Alhamdulillah!” katanya berucap syukur. “Biasanya rame dulu mah Aa jualan beginian. Sekarang mah kalah sama minuman dari zaman now.” Daniel hanya menyimak. Ia memang bicara seperlunya pada orang asing.
10147.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai dulu something sekarang nothing
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur

Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur

Aku bersembunyi di antara kerumunan, jemariku menekan tombol hitung mundur pada alat pemicu. Sepuluh, sembilan, delapan .… Saat ini, melalui earphone mikro di telingaku, terdengar jelas percakapan dari dalam kabin utama. "Bos, malam ini kita pakai gaya baru ya," Jessica tertawa genit berkali-kali. "Aku bawa pelumas khusus, malam ini kita main sampai tuntas." Di dalam earphone, terdengar erangan rendah dari tenggorokan Aldo, "Aku habisin kamu malam ini."
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai dulu something sekarang nothing
Baca
+Pustaka
Sekarang Giliranku

Sekarang Giliranku

Rasanya dulu momen menyenangkan itu tak akan pernah berakhir. Aku berdehem. "Aku hanya lapar, jadi ke sini," jawabku dingin. Senyum di wajahnya yang tadi antusias kini memudar. "Kak, apa kita bisa seperti dulu?" tanyanya lirih. "Aku benar-benar sendirian... Aku tidak pernah bisa jauh darimu, Kak." Aku tersenyum samar. Jujur saja, aku juga merindukan adik kecilku yang dulu—Tasya yang dulu, bukan yang sekarang. Tasya yang sekarang terasa begitu asing bagiku.
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 481 kali sebagai dulu something sekarang nothing
Baca
+Pustaka
Biarlah Kita Berakhir di Sini

Biarlah Kita Berakhir di Sini

"Hati-hati di jalan." Sebenarnya, dia tidak setenang yang terlihat. Di dalam hati, tetap ada sedikit rasa cemas. Tiga tahun yang lalu, Lea tak pernah menyangka bahwa dirinya di masa kini benar-benar ingin hidup. Dia masih punya Seline, masih punya Berg. Tidak ada satu hal pun yang bisa mengalahkannya sekarang.
39.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 823 kali sebagai dulu something sekarang nothing
Baca
+Pustaka
Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu

“Apa maksudmu? Dimana kamu? Dan kegirangan? Kegirangan karena apa?” “Aku habis bercinta dengan Cooper di apartmentnya, jangan iri ya…” bisik Olivia di telepon sambil menoleh ke arah Cooper. “Pantesan saja! Ya sudah! Jika itu yang terjadi, tidak masalah, nikmatilah dulu! Aku akan melepaskan pakaianku dan pergi berendam sambil meminum segelas anggur dan…” Shasha memotong ucapannya.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai dulu something sekarang nothing
Baca
+Pustaka
Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

The smile on your face lets me know that you need me There’s a truth in your eyes saying you’ll never leave me The touch of your hand says you’ll catch me wherever I fall You say it best When you say nothing at all (Ronan Keating – When You Say Nothing at All) Adrian bercerita banyak tentang pengalamannya bergaul dengan tetangga-tetangganya yang menurutnya begitu luar biasa. Sesekali Vanika dibuat tertawa oleh ceritanya. Tiba-tiba seorang gadis bertubuh ramping dan berwajah manis berlari ke arahnya dan memeluknya. Gadis berambut ikal itu terkejut dan berusaha melihat wajah gadis yang baru saja mengejutkannya.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai dulu something sekarang nothing
Baca
+Pustaka
Di Balik Status WhatsApp Suamiku

Di Balik Status WhatsApp Suamiku

“Kenapa dulu lo pergi ninggalin gue? Lo tahu kan kalau gue …” “Sssst.” Dia meletakkan telunjuknya di bibirku. “Kondisi dulu dan sekarang beda, sayang. Dulu gue miskin, gue yakin lo gak bakal mau sama laki-laki miskin. Iya, kan?” “Sure. Gue benci hidup susah.” “I see. Jadi, bisa kita lanjutkan sekarang?” “Di rumah gue.”
8.776.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai dulu something sekarang nothing
Baca
+Pustaka
Sembilan Tahun Lagi

Sembilan Tahun Lagi

Jelas suaranya bertanya sambil berusaha mengingat-ingat. Aku mendesah malas. “Bhagavad, kita tuh nggak ketemu setiap hari, masa nelepon juga nggak bisa setiap hari. Nelepon aja gitu loh. Kalau dulu bisa kenapa sekarang nggak bisa? Dulu kita cuma pacaran, kenapa pas sudah nikah malah jarang ngobrol ya?” “Ya sudah, sekarang kamu mau ngobrol apa?”
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 564 kali sebagai dulu something sekarang nothing
Baca
+Pustaka
Reset

Reset

"Selamat pagi, perkenalkan saya Elang Yudhistira, konsultan pendamping yang akan mulai bekerja hari ini." *** Kalau ada palu thor yang bisa muncul begitu Iqbal membutuhkannya, dapat dipastikan dia akan mempalu Riko yang sekarang tengah menghabiskan sepiring batagor di kantin sekolah. Cukup ditemani es jeruk sebanyak tiga gelas. Iya, tidak perlu tanya selain benda mati siapa yang menemaninya. Riko jomblo, jadi dia tidak punya pacar yang akan menyuapinya. Dia cuma punya dua sahabat gila. Yang satu tengah sibuk mempelajari dokumen yang kemarin diberi Bumi. Dan satunya lagi baru saja datang, langkahnya panjang mendekati meja Riko, memiting leher Riko begitu sampai tepat di belakangnya. Na'as, po
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai dulu something sekarang nothing
Baca
+Pustaka
Sayap Felysia

Sayap Felysia

Sia-sia. "Semuanya tak lagi sama. Lo dengan hidup lo yang sekarang. Dan, gua dengan kenangan masa lalu kita."
1016.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai dulu something sekarang nothing
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status