Duka Cita
“Dan berdoalah, semoga aku nggak hamil. Andaipun aku hamil, aku akan aborsi karena nggak akan sudi punya anak dari … laki-laki berengsek seperti kamu. Kasihan anakku, nanti.”
“Fitnah!” seru Laura masih tidak percaya dengan semua ucapan Cita. “Kamu pasti fitnah!”
“Terserah,” jawab Cita. “Hidupku sudah hancur gara-gara Pandu, jadi aku nggak peduli lag—“
“CITA!” hardik Pandu lebih keras lagi. “Kalau sampai ada apa-apa sama kandungan Laura—“
Hot Chapters