Telat Nikah
Senyuman indah terbingkai di sana.
"Mas!" Nyaris saja kudorong lelaki itu andai nyawaku belum terkumpul separuhnya sehabis bangun tidur.
"Kok, kaget, May?"
"M--maaf, Mas." Oh, iya. Dia suamiku.
Ini enggak mimpi, kan? Masa jomloku sudah berakhir, kan? Buku nikah! Dimana buku nikah?
"May!" Mas Gun mengibas-ngibaskan tangan di depan wajahku.