Young Mom
Hingga Aluna yang tadinya tertidur, terbangun dan ia menatap Jeni dengan bingung, namun Aluna yang seolah mengerti perasaan Jeni, tersenyum kecil dan membelai lembut pipi Jeni.
“Mamma.”
Jeni semakin terisak dan ia menciumi Aluna.
“Apakah kamu juga sedih melihat Papa menikah lagi Sayang?”
Aluna justru tersenyum dan ia balas mencium Jeni. Jeni ikut tersenyum dan mengusap air matanya.
“Kamu sangat menggemaskan, terimakasih sudah menghibur Mama, Sayang.”
Senyum Aluna semakin lebar dan ia kembali mencium Jeni, membuat hati Jeni lebih tenang saat itu.