Hasrat Seorang Ipar
Yang penting jalani saja.
Bagaimana dengan Septi? Oh, tunggu dulu. Aku belum sempat mendapatkan apa yang kuinginkan dari gadis itu. Setidaknya dia akan kutahan sampai beberapa waktu hingga rasa penasaran ini hilang. Kusadari, yang menggebu kemarin itu ternyata rasa ingin tahu semata. Cinta yang sesungguhnya terbukti belum juga hinggap terlebih saat gadis itu mulai luluh dan bertekuk lutut. Mungkin, aku memang ditakdirkan untuk jadi petualang cinta.
“Gitu dong, Mas. Jadi, kita resmi pacaran, kan?” Melani membelai daguku yang mulai ditumbuhi bulu-bulu setelah dua hari tak bercukur.