Ide Gila Bapak!
Aku jelas tak mau dimadu!
"Dwi," panggil Emir, yang tampak melangkah keluar. Kuikuti saja, karena Bu Ratih banyak yang menjaga. Warga yang kebetulan datang tengah menikmati beberapa hidangan.
"Jangan diambil hati omongan orang," katanya, usai kami berada di teras luar.
"Ya, In Syaa Allah aku kuat."
"Semoga ini menjadi pernikahan terakhir buat kamu, Wi. Juga untukku, pertama dan terakhir. Tunggu aku besok!"
Bab Populer