Di Ambang Gila
Dia menunjukkan kanvas-kanvas di mana dia membiarkan amarah dan kesedihannya mengalir bebas, coretan-coretan kasar dan ledakan warna yang kelam, dan bagaimana dia perlahan-lahan menemukan keindahan bahkan dalam kekacauan emosional itu, mengubahnya menjadi sesuatu yang baru.
Mereka tidak mengirimkan ini sebagai gelombang besar. Mereka menempatkannya di dalam jaringan seperti sebuah ruang meditasi digital, mudah diakses, tetapi tidak memaksa. Siapa pun yang merasa kewalahan, tersesat, atau terluka oleh badai emosi buatan Optimizer, bisa datang ke sana dan mendengarkan.
Awalnya, tidak ada yang terjadi. Badai terus berlangsung. Pertengkaran, kebuntuan, dan keputusasaan masih merajalela.
Hot Chapters