Belenggu Rumah Darah
Wajahnya serius, matanya tidak meninggalkan altar kayu tua di depannya, di mana terdapat beberapa benda aneh yang terlihat seperti bagian dari ritual kuno.
"Kalian terlambat," katanya dengan suara rendah dan serak, seolah-olah dia berbicara kepada dirinya sendiri, bukan kepada mereka.
Mira menelan ludah, memandang benda-benda di atas altar itu—ada lilin-lilin hitam yang hampir habis terbakar, potongan tulang yang disusun melingkar, dan di tengahnya, sebuah mangkuk tanah liat berisi cairan merah gelap. Darah.
Hot Chapters