Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Junjungan

Sang Junjungan

Aku menyiramkan air di botol lalu menyeka noda-noda darah tersebut dengan kain hitam seraya terus meminta maaf pada sang korban. Sungguh ajaib, kain hitam itu menyerap semua darah dan kotoran akibat kecelakaan dengan sempurna tanpa sisa. Perlahan dengan langkah lemah aku masuk kembali ke dalam bangunan, memberikan kain itu ke Pak Steven yang menerimanya dengan sumringah. Beramai-ramai para penyembah iblis itu menuju bangunan di mana patung Sang Junjungan berada. Aku mengikuti berdampingan dengan Mas Gondo.
107.9K viewsOngoingAdded to Library 182 Times as blood-stained shrine
Read
+Library
Kembalinya Kesatria Shengcun

Kembalinya Kesatria Shengcun

Kakinya terus melangkah, hingga sampai di sebuah vihara. “Kenapa Vihara ini sepi sekali?” Tidak seorang pun terlihat bersembahyang. Bahkan, tempat ini lebih terlihat seperti gudang tak terurus. Mata Feng Guang terus meneliti keadaan Vihara usang ini. Hingga kemudian, matanya menangkap sebuah bercak darah tertinggal di sana. “Ini darah manusia, bukan darah hewan,” gumam Feng Guang, “apakah mungkin di Vihara ini telah terjadi peristiwa pembunuhan? Tapi, siapa yang sudah menghabisi mereka?"
108.8K viewsCompletedAdded to Library 327 Times as blood-stained shrine
Read
+Library
Love Between Blood and Tears

Love Between Blood and Tears

Dan tetap saja, mereka sampai di depan pusara Julie dengan lumpur yang menempel di alas kaki, punggung kaki, hingga celana. "Mama, kami datang!" Thea terlebih dulu menyapa gundukan makam Julie. "Halo, Bibi. Aku juga ikut ke sini," sapa Mark setelah Thea. Mark meletakkan satu keranjang bunga krisan putih di bagian ujung pusara Julie, tepat di samping papan nama perempuan itu. "Aku juga dapat satu dari Mark." Thea memamerkan satu tangkai mawar kepada pusara Julie.
3.8K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as blood-stained shrine
Read
+Library
(Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa

(Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa

Alexander mengerang tertahan. Pria itu mencabut belati tersebut dengan cepat. Sebulir darah berwarna merah keemasan, darah jantung naga murni yang memancarkan panas luar biasa, menetes jatuh tepat ke atas tumpukan abu hitam di atas altar safir. Keajaiban terjadi dalam sekejap mata.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as blood-stained shrine
Show Reviews (16)
Read
+Library
putristana
cerita ini menarik, bukan tentang seberapa lucu atau seberapa kuat sistem cintanya. tapi tentang hati yang dulunya tertutup untuk satu wanita, tapi wanita itu mau berjuang dari awal.. agar hati yang dulunya tertutup bisa terbuka lagi untuknya.
Liliaaaaa
tema reinkarnasi sangat menarik cocok dibaca untuk orang-orang yg tidak suka kepada penindasan atau orang yang lemah, lalu dia muncul sebagai pahlawan untuk menghadirkan pembelaan, supaya yg lemah tidak ditindas terus, penasaran sama ceritanya, yukk bacaaa
Read All Reviews
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Di atasnya, bendera sekte berkibar pelan, terbakar sebagian, dan mengeluarkan suara sobekan kain seperti jeritan jiwa-jiwa yang dikorbankan. Setiap langkah kaki mereka menjejak di atas lantai batu yang basah oleh darah. Bukan hanya genangan segar, tapi juga lapisan-lapisan darah tua yang telah menjadi kerak—seolah sejarah kekejaman dan penyiksaan tertulis di sana, bukan dengan tinta, tapi dengan sumsum dan air mata. Dupa tua masih membara dari sudut ruangan, menyebarkan bau pekat yang bercampur amis, menambah kesan tempat ini bukan tempat yang suci... melainkan tempat jagal.
1052.1K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as blood-stained shrine
Read
+Library
Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Di antara hamparan mayat yang membeku bersama tanah yang telah berubah menjadi lumpur merah, jenderal Shang berlutut satu kaki dengan pedang panjang sebagai penopang. Bilahnya berlumuran merah pekat, tetesan darah masih jatuh perlahan ke tanah di bawahnya.
1037.3K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as blood-stained shrine
Read
+Library
Belenggu Rumah Darah

Belenggu Rumah Darah

Wajahnya serius, matanya tidak meninggalkan altar kayu tua di depannya, di mana terdapat beberapa benda aneh yang terlihat seperti bagian dari ritual kuno. "Kalian terlambat," katanya dengan suara rendah dan serak, seolah-olah dia berbicara kepada dirinya sendiri, bukan kepada mereka. Mira menelan ludah, memandang benda-benda di atas altar itu—ada lilin-lilin hitam yang hampir habis terbakar, potongan tulang yang disusun melingkar, dan di tengahnya, sebuah mangkuk tanah liat berisi cairan merah gelap. Darah.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 81 Times as blood-stained shrine
Read
+Library
OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

Dengan sebuah gerakan memutar jari yang sangat halus, Dokter Harsha menjatuhkan bulu burung itu tepat di dekat kaki Mbah Rukmi. Bukan sembarang bulu. Di ujung tangkai bulu yang runcing tersebut, terdapat setetes darah segar berwarna merah pekat. Darah murni milik Dokter Harsha yang sengaja ia keluarkan sedikit dari ujung jarinya. Dalam dunia Rajah Getih, darah bukanlah sekadar cairan kehidupan, melainkan medium penghantar pesan spiritual tingkat tinggi yang tidak bisa disadap oleh entitas apa pun.
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 391 Times as blood-stained shrine
Read
+Library
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Korps Angkatan Darat ke-18 musnah total, dan alun-alun dalam, yang dipenuhi kabut darah, tampak seolah-olah telah ternoda merah oleh genangan darah setelah seekor naga dibantai. Darah mengalir menuruni tangga hingga berkumpul di kaki menara istana. Karpet merah dan emas yang mahal masih menutupi lantai atas menara, tetapi sekarang telah kehilangan semua makna simbolisnya. Teh hitam tumpah dari cangkir porselen yang terbalik, bercampur dengan ampas buah di tanah dan terinjak-injak menjadi bubur.
9.67.8K viewsCompletedAdded to Library 282 Times as blood-stained shrine
Read
+Library
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

Di pusat lembah—di atas altar batu yang retak dan bercahaya samar—sebuah jamur merah tumbuh. Warnanya seperti darah menyala, memancarkan aura kehidupan yang kuat dan murni. Satu-satunya cahaya yang benar-benar hidup di tempat itu. Shu Jin mendekat dengan hati-hati. Namun saat jaraknya tinggal sepuluh langkah—
1026.1K viewsCompletedAdded to Library 652 Times as blood-stained shrine
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status