Mutasi Alam Liar
Rasa sakit akibat cakar yang putus ditambah naluri bahaya membuatnya menggelepar liar, mengepakkan sayap sisa hingga angin kencang kembali berputar di sekelilingnya.
Budi tak akan memberi kesempatan untuk terbang lagi sekarang musuhnya sudah di tanah. Dia merangkak cepat dengan tangan dan kaki, melawan hembusan angin kencang itu. Jarak lima meter tertutup dalam sekejap, namun tepat saat dia hampir menjangkaunya, Elang Emas yang putus asa itu mengepakkan sayapnya sekuat tenaga. Gesekan antara bulu dan aspal memunculkan percikan api setinggi orang, disertai tekanan udara yang begitu kuat hingga meja marmer di dekatnya bergeser. Sekali saja tersentuh tenaga itu, tubuh manusia akan hancur seketi
Capítulos Populares