Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mahar Kedua

Mahar Kedua

“Dengerin Mas dulu, Ina, kamu kan yang motong penjelasan Mas. Tadi kamu tanya apa?” “Sate lilit terbuat dari daging apa?” “Nah iya Mas jawab, ada yang dari babi, ayam dan sapi, yang kita makan tadi dari daging sapi.” “Owalah gitu, to?” ucapnya meringis. “Mau kemana, Pak?” tanya seorang lelaki paruh baya yang memakai udeng di kepalanya. “Mau ke pantai Tanah Lot, kalau ke sana naik apa ya?”
2.9K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as epos mahabharata
Read
+Library
Dosa di Ranjang Sang Penguasa

Dosa di Ranjang Sang Penguasa

Hanya secarik kertas dengan tulisan tangan yang singkat: “Mari bertemu. Aku akan memberikan tawaran menarik.-D30” Itu adalah tulisan tangan dari pengganti Oscar. Peperangan politik sedang pelik saat ini. Pelengseran dan kudeta antar capres melayang tak henti. Leonard kembali, dan Oscar turun. Sebelumnya Leonard vs Oscar. Sekarang Leonard vs Deo. Namun, apa maksud dari pesan yang dikirimkan Deo?
1.4K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as epos mahabharata
Read
+Library
Handa

Handa

tanya Handa pada Damar sepupunya. "Sudah," jawab Damar sambil membuat es teh. "Niat banget, pagi-pagi beli Bakso Gelora, seperti orang ngidam." Gunawan menatap tajam putra keduanya yang kini sudah duduh di hadapannya. Pakdhe Handa itu mencicip satu sendok kuah bakso di depannya. Bicara rasa, tak heran jika banyak yang begitu menyukai Bakso Gelora, selain bakso jumbo, bakso urat dengan potongan babat, iso dan tulang muda, kuah segar yang begitu kental terasa kaldu sapinya, sungguh nikmat dan menggugah selera.
1034.3K viewsCompletedAdded to Library 925 Times as epos mahabharata
Read
+Library
Bara di Balik Mahar

Bara di Balik Mahar

Ia teringat pesan ibunya. Jangan pernah membantah suami. Dengan susah payah ia membawa semua kantong belanjaan sambil mengikuti Jessica dan Devano yang berjalan dari satu toko ke toko lain. Hingga akhirnya mereka memasuki sebuah restoran Jepang mewah. Pelayan mengantar mereka ke sebuah meja. Kanaya meletakkan seluruh belanjaan di dekat Jessica, lalu hendak duduk di samping Devano.
10188 viewsOngoingAdded to Library 6 Times as epos mahabharata
Read
+Library
MAHAR 2 JUTA

MAHAR 2 JUTA

Ceklek Keluarga Maisya yang berdebat di depan kamar Maisya, terpesona dengan perempuan yang sejak tadi menjadi bahan pembicaraan. Gadis yang sempat kabur dan datang dengan wajah tak beraturan tersebut, sekarang telah berdiri di depan tegap di depan keluarganya. Maisya berdandan layaknya perempuan yang akan melaksakan lamaran sesugguhnya. Mata merah juga wajah yang bengkak itu sudah tertutupi oleh make up natural soft. Penampilannya membuat semua keluarga Maisya terpesona. "Aku dah siap, gak usah di dobrak segala."
1.3K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as epos mahabharata
Read
+Library
Naluri Sang Pendosa

Naluri Sang Pendosa

Wajah Yoga tak menunjukkan kemarahan sedikitpun membuat Lela gelagapan. "Aku ada perlu sebentar tadi. Maaf, enggak bilang dulu." Yoga mengulas senyuman. "Tak apa. Masuk!" titahnya. Mereka berjalan maju. Lela melihat seorang pria lain yang lebih muda dari Yoga. Wajah mereka mirip dan sudah dipastikan dia pasti putranya. "Siapa dia, Pa?" Pria yang awalnya duduk santai di sofa tamu itu berdiri. Mendekati Papanya dan wanita yang belum sempat diceritakan oleh Yoga.
103.7K viewsCompletedAdded to Library 74 Times as epos mahabharata
Read
+Library
Mahar Sepuluh Ribu

Mahar Sepuluh Ribu

"Hei, bisa tidak bersikap sopan sama aku? Aku majikan kamu bukan cuma Aisha tapi aku juga karena aku sama-sama istrinya Mas Ferdi. Pemilik rumah ini jadi perlakukan aku seperti kamu memperlakukan Aisha." Bibi Siti tidak perlu menjawab apa yang dikatakan oleh Esti. Ia berlalu meninggalkan wanita yang mengaku sedang hamil anak Ferdi. Kakinya di biarkan di atas meja televisi menyala menayangkan film yang ia sukai. jangan lupakan cemilan yang berada di sampingnya. "Esti bilang pembantu kamu, mama mau makan spaghetti extra pedas. Sama itu just apa yang enak? Strawberry enak tidak?"
1011.1K viewsCompletedAdded to Library 333 Times as epos mahabharata
Read
+Library
Maha Dimensi

Maha Dimensi

Sarjan sangat meragukan Empusa. Maha duduk di kursi kebesarannya, menyeruput teh “da hong pao”, teh termahal di dunia. Menikmati minuman dengan harga fantastis itu sendirian saja. “Maha,” panggil Empusa yang tiba-tiba saja sudah berdiri di dekat Dewingga. Maha senyum simpul, “Belum juga se-menit aku menikmati teh ini, kau sudah datang.”
103.7K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as epos mahabharata
Read
+Library
Sang Maharaja yang Terlupa

Sang Maharaja yang Terlupa

Di pangkuannya tergeletak sebuah bungkusan kain mori yang panjang. Arga menghentikan langkahnya. Napasnya tertahan sejenak, bukan oleh ketakutan atau amarah, melainkan oleh sebuah rasa haru yang mendalam. Sosok itu adalah Sang Jayabaya. Namun, maharaja yang dahulu mampu memerintahkan langit untuk menurunkan hujan api itu telah lenyap tanpa bekas. Yang tersisa hanyalah seorang tua renta yang matanya keruh oleh air mata penyesalan, dan punggungnya yang membungkuk seolah memikul beban gunung yang tak kasatmata. Ia tidak dikawal oleh prajurit, tidak pula membawa panji perang. Ia datang layaknya seorang pengemis yang mencari sisa-sisa welas asih di tanah yang pernah ia coba bakar.
10513 viewsCompletedAdded to Library 15 Times as epos mahabharata
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status