ENAK, PAK DOSEN!
Dia sedikit familiar dengan wajah tersebut namun dia tidak yakin apakah yang dia lihat benar atau salah kali ini.
“Di-Diana, Pak,” jawab Diana sambil memejamkan mata, berharap tidak ada malapetaka setelah dia menyatakan namanya.
Damar mengangguk singkat. “Baik, Diana. Karena kamu tampak acuh dengan materi yang sedang saya jelaskan, mungkin kamu memang sudah paham. Coba jelaskan, apa yang sudah saya terangkan tentang WACC tadi?”
“Hah? WACC apa, Pak?” Diana semakin gugup. Ia mencoba mengingat apa yang baru saja dikatakan Damar, tapi pikirannya kosong. Ia hanya bisa menatap Damar dengan tatapan memelas.
Bab Populer