Godaan Maut CEO Cantik
Jovian memejamkan mata erat, urat-urat di lehernya menonjol keluar saat Luna melakukan gerakan mengulek yang sangat dalam, memutar pinggulnya perlahan seolah ingin menyentuh rahimnya sendiri dengan setiap inci diameter Jovian yang luar biasa besar.
"Ach..aku... aku tadi merubah posisi tidur, Bi. Ranjang tua ini kan memang reot, kena gerak sedikit saja sudah bunyi," dusta Jovian lagi, kali ini dengan nada yang lebih tegas namun tetap terdengar "memelas". Ia menatap kamera ponselnya dengan tatapan suci yang paling meyakinkan. "Kamu pikir aku lagi apa? Aku baru pulang, capek Bi, dan sekarang kamu malah menuduhku yang aneh-aneh? Kamu nggak percaya sama aku?"
Sikat na Kabanata