Pesan Nyasar Dari Sahabatku
Andai ada Eva di depanku, sudah kutarik jilbabnya.
“Gimana abangmu, Ri? Yang datang anak-anaknya dia, kan?”
“Tahu aja kamu, Va. Punya mata-mata, ya?”
“Bukan mata-mata. Ini kontak batin. Asek!”
“Dih, kontak batin segala. Kontak jodoh sekalian!” Aku tertawa. Membayangkan betapa meronanya pipi Bang Tama apabila dikenalkan dengan Eva yang somplak ini. Temanku memang wajahnya tak secantik si Indri. Namun, hatinya baik dan murah senyum. Eva juga pembanyol ulung. Wajar bila dia mudah membaur dengan siapa pun. Bang Tama pasti suka.