MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN
Evan duduk di pangkuan Liam, matanya terpaku pada air yang berpendar biru di bawah perahu.
“Airnya bersinar, Daddy!” serunya takjub.
“Itu plankton,” jawab Liam sambil menatap ke laut. “Mereka seperti bintang laut yang hidup.”
Saat kapal merapat di dermaga Baros, vila mereka sudah disiapkan. Bangunannya dari kayu tropis dengan jendela kaca besar dan atap rumbia alami. Di dalam, tiga kamar tidur berjajar, kamar utama untuk Evan dan Evanka, kamar tepi kolam untuk Isabel, dan satu kamar paling ujung untuk Liam.