Gairah Sahabat Suamiku
desak Lili dengan napas tak beraturan.
Zian bergerak cepat, menggenggam kedua tangan Lili dengan lembut namun penuh tekanan.
"Ya ampun, sayang. Dengarkan penjelasan aku dulu." Ia menatap mata Lili, lalu mengambil napas dalam-dalam. "Aku tidak main sama perempuan mana pun. Aku... aku cuma bermain sendiri. Sudah lama kita tidak melakukan hubungan suami istri, kan? Aku tidak tahan nunggu kamu pulang dari Bali, jadi... aku melampiaskannya sendiri. Aku pakai lingerie kamu karena aku kangen kamu. Aku peluk-peluk itu sambil bermain dan membayangkan kamu, sayang." Jelas Zian tentu saja itu sebuah kebohongan, agar Lili tidak marah padanya.