Misteri Di Balik Mata
“Dengan menerima apa yang kalian lakukan. Dengan menghadapi rasa sakit dan ketakutan. Hanya dengan begitu, kalian bisa melangkah maju.”
Suci merasakan beban di dadanya mengendur sedikit. “Jadi, ini tentang penerimaan?”
“Ya,” jawab Farhan, menegaskan. “Kita harus berani menatap apa yang kita takutkan.”
Dengan keputusan itu, mereka melangkah maju ke arah cermin, bersiap untuk menembus batas antara dunia nyata dan bayangan. Begitu mereka mendekat, dinding kaca mulai bergetar, dan seolah membentuk celah yang memancarkan cahaya.
Capítulos Populares