Salah Sistem! Aku Satu-satunya Murid Pria di Akademi Wanita
"Beli di mana barang seperti ini? Glodok? Atau impor khusus lewat e-commerce untuk menjebak orang? Setahuku alat intelijen model begini harganya lumayan mahal. Siapa yang mendanai aksi teaterikalmu ini?"
"A-aku tidak mengerti maksudmu!" sergah Siska, matanya melotot, panik mulai menguasai rasionalitasnya. Nada menggoda yang tadi ia pakai lenyap tak berbekas.
"Berhentilah bermain watak, Nona. Aktingmu sejak awal bernilai C minus. Terlalu kaku, persis aktris sinetron yang honornya belum dibayar," Dimas ikut melangkah maju, memangkas jarak. Kini dia yang menyudutkan Siska. "Aku mungkin anak miskin dari daerah kumuh, tapi aku tahu bedanya kancing baju berbahan plastik dan kamera pengintai mikro.