Kita yang Terlambat Jatuh Cinta
"I want a wife I can be proud of, yang selevel denganku, yang ambisinya sejalan dengan mimpiku, yang cerdas dan... loving. Someone like Gisel."
"Ah... Gisel," kata Ainur, alisnya terangkat. Lalu, ia mencondongkan tubuhnya ke depan, tangannya merapikan serbet di pangkuannya. "Ami hampir melupakan Gisel. Where was she when all this happened?"
"We were on a break," aku Ezra. "Kami bertengkar dan Gisel sempat minta putus."
"Oh." Ainur bersandar kembali. "Jadi kamu tidur dengan Samsara—to forget Gisel, or whatever the reason. Tapi dengan begitu, kamu bukan hanya menyakiti Gisel, tapi juga Samsara. Ezra, how could you?"
Sikat na Kabanata