CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR
tegas Baskara yang langsung menggulir layar ponselnya dan menatap ke luar jendela dengan pandangan yang menerawang jauh.
Rico merasa kikuk. Lebih baik menyadari kesalahan dan langsung berkata, “Maafkan saya, Pak.”
“Hmm, ya. Sekarang kita ke D’Florist. Pilihkan bunga seperti yang terakhir kali aku beli di sana. Yang satu ini kamu masih ingat, kan?”
“Masih, Pak. Masih ingat sekali untuk yang satu ini,” jawab Rico cepat. Ia tak akan melupakan hal ini. Karena hal ini adalah hal yang cukup krusial.