Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DANYANG

DANYANG

Wanita itu mengulurkan tangannya dan angin lembut datang dari arah hadapan mereka. "Aku hanya datang ke tempat di mana sosok itu berasal. Melihat tempat ini begitu hijau, kita mungkin tidak jauh dari Danyang." Dalu menjawab sambil memejamkan mata. Mendengar nama Danyang disebut, Dayu sedikit bergetar. Meski sedang memejamkan mata, sepertinya Dalu bisa merasakan ketakutan Dayu, sehingga dia tersenyum dan meraih tangan Dayu untuk kemudian diarahkan ke pundaknya.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai fang yuan
Baca
+Pustaka
Xiaoyi Xiaoyan

Xiaoyi Xiaoyan

Mengenakan tas kecil di punggungnya, gadis itu terlihat sangat imut. "Yitan," panggil pria itu. "Iya, maaf." Gadis itu pun langsung terdiam lalu mundur beberapa langkah. "Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya pria itu. Maaf, nama pria itu adalah Yi Feilan. Direktur Utama dari Lander Star, salah satu perusahaan ternama di Negara C. Aku mendengar semua tentangnya dari Kak Zao. Aku tak menjawab, tapi kugerakkan bingkisan bunga yang dibeli tadi. Dia tentu paham apa yang kulakukan di tempat itu.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai fang yuan
Baca
+Pustaka
Yang Ternoda

Yang Ternoda

Gilang meremas dadanya yang kian terasa sakit terhimpit oleh rasa bersalah dan rasa rindunya pada Zafira. “Gilang ingin bertemu Fira, Yah. Gilang merindukannya.” Lirih Gilang dengan tatapan memohon pada Juan. Juan tersenyum melihat wajah memelas putra mahkota atasannya itu. Belum pernah Juan melihat ekspresi begitu memelas pada pria itu, karena di perusahaan Irawan, Gilang terkenal sebagai Putra Mahkota yang dingin tanpa ekspresi dan lebih sering terlihat marah dari pada tersenyum. Dan yang membuat Juan semakin tersenyum adalah bahwa ekspresi tak biasa dari Gilang ini disebabkan oleh putrinya, putri seorang karyawan rendahan di perusahaan Irawan.
1060.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai fang yuan
Baca
+Pustaka
Kembalinya Kesatria Shengcun

Kembalinya Kesatria Shengcun

Yin Fu adalah tetua desa pengganti Ruan Guang—ayah Feng Guang. Mendengar pernyataan Suhu Yin, Feng Guang, Lei Cuan, dan Jui Shin menjura hormat. Lei Cuan dan Jui Shin mengucap banyak-banyak terima kasih kepada sang tetua desa. Begitu juga dengan Feng Guang.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai fang yuan
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

Dan tiba-tiba, satu memori terhapus. --- Yue Lian mendekat. “Yuan? Kau kenapa?” Li Yuan menatapnya… dan membeku. “Siapa... kau?” Yue Lian terdiam. “Yuan… ini aku… Yue Lian.” Mata Li Yuan menyipit. Ia berdiri perlahan, memegang kepala yang berdenyut. “Maaf… aku tidak... mengingatmu.” Feng Qiyan tercekat dari kejauhan. “Jangan-jangan… harga pena itu…”
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai fang yuan
Baca
+Pustaka
PERMAISURI YIN

PERMAISURI YIN

Li Wei menunjukkan kartu tanda pengenal untuk A Yin yang sama persis milik Su Yin baik nama, foto, juga nomor kependudukan yang akan berlaku sampai seumur hidup. “Terima kasih, Fujin.” A Yin mengambil hanfu yang terbungkus di dalam tas. Hanfu zaman Dinasti Tang dengan sentuhan warna merah muda dan orange yang cerah dan imut sekali. Ia abaikan kartu identitas itu karena tak tahu juga gunananya apa.
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 540 kali sebagai fang yuan
Baca
+Pustaka
Raja Baru untuk Dunia Kegelapan

Raja Baru untuk Dunia Kegelapan

“Ayahanda, kami akan berangkat.” Yuasa berpamitan sebelum pergi ke Avari. “Kak, apa tidak bisa menunggu sampai paman siuman?” Yuan menarik ujung lengan baju Yuasa. Seakan tidak ingin kakaknya pergi hari ini. Yuasa berputar dan menarik napas sebelum menjawab Yuan. Namun, disela langsung oleh Yuichi. “Yuan, Fiona harus segera kembali, perayaan panen raya sinar rembulan tidak bisa ditunda, dia harus kembali.” Yuichi menarik Yuan dari Yuasa.
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai fang yuan
Baca
+Pustaka
LALI

LALI

Dew mengucpakan sambil menahan tawa. Mak Ram berlalu sambil mengingat pesanan dari orang yang sudah menjadi langganannya begitu lama. Selang lima menit, Mak Yem datang membawa nampan dengan tiga piring diatasnya dan tiga gelas es teh. “Sayur menir dengan botok lengkap dengan sambal, ya to?” Mak Yem menyebutkan sambil memberikan piring itu pada tiga orang yang tengah memperhatikan makanan yang dibawa Mak Yem.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai fang yuan
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

"Iya, gue suka banget warna biru soalnya. Ini tuh namanya Biru Luna dan memang kebanyakan barang gue itu yaa warnanya biru Luna." "Mana ada warna biru Luna, ngarang aja lo ah. Itu mah warna biru laut kali bukan biru Luna, ganti-ganti nama warna aja lo Lun." Keyara menyahut sebelum menyuapkan sesendok nasi beserta ayam goreng ke dalam mulutnya.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai fang yuan
Baca
+Pustaka
Fantarna

Fantarna

Danil dan Falfayria serempak menjawab dan mereka akhirnya berpandangan. “Baik. Nama yang bagus. Parra Fiorayto. Senang bisa bertemu denganmu. Hei kau mau bersalaman. Tapi itu sih agak membosankan. Aku punya salam berkenalan yang bagus kau mau coba?” Byzan menawarkan dengan bersemangat. Danil melirik ke arahnya. “Oh, ya boleh saja,” sahut Danil. Mereka lalu melangkan untuk mencoba salam Byzan itu. Danil tidak tahu apa itu, tapi Falfayria terlihat sedikit risau. Entah Danil harus waswas lagi.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai fang yuan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status