Gemintang
“Tokyo? Lo nggak bilang sama kita-kita,”
“Sorry, gue belum berani bilang kalau belum diterima. Lusa gue bakal siapin farewell party. Lo wajib dateng,” Naren mengulas senyum kecil—senyum pertama semenjak obrolan mereka bermula sedari tadi.
“Iyalah, gue pasti dateng. Nggak nyangka, lo masih ambis juga soal pendidikan,”
“Nggak selamanya sepeda bisa jamin hidup gue kedepannya, makannya gue selalu usahain supaya lulus dengan nilai bagus dan bisa diterima di kampus bagus,”
Sikat na Kabanata