BALASAN UNTUK IBU TIRI SERAKAH
Lanita masih tertawa, geli sekali dia mendengarnya.
"Apa itu lucu?" Farhan semakin tersulut emosi.
"Tidak, Mas! Seharusnya aku tidak tertawa karena itu sangat menyakitkan. Benar! Seharusnya aku tidak tertawa." Tawa Lanita semakin kencang diikuti bulir air mata yang berjatuhan. "Hanya saja, kamu benar-benar lucu! Kamu salah orang ketika menyebutkan Fatin putrimu dan mendebatku, di mana aku tahu dia adalah putrimu, putri kita. Seharusnya, kamu berani mengatakan itu pada Herin. Mengatakannya dengan lantang, dan menjadi perisainya saat wanita itu berulang kali menyakiti putrimu! Katakan padanya, Mas. Fatin adalah putrimu! Katakan lebih lantang, Fatin adalah putrimu! Katakan lagi sampai wanita it