Takdir sang Nona Pewaris
Perasaan itu, aroma dari tubuh pria itu, bahkan suaranya, tatapan matanya, gesturnya, sangat mirip dengan Rey, bukankah artinya juga mirip dengan orang yang beberapa kali menyelematkan dirinya.
Sadar kalau dia sedang kebingungan, Suran pun menggelengkan kepalanya. “Gila, aku pasti sudah gila.”
“Kau pasti kelelahan karena banyak mengeluarkan air mata,” ujar pria bernama Greyson itu.
Suran mengambil langkah mundur, jarak yang terlalu dekat dengan Greyson membuat pikirannya kacau.
Dengan tatapan tegas dan dingin Suran pun menjawab, “Bukan urusanmu. Air mataku adalah milikmu, tidak usah tidak tahu diri.”