Kukembalikan Seserahan Calon Suamiku
"Ini, tangannya, tangan seniman. Kamu mengerti bagaimana menakar bahan. Kamu juga mengerti, bagaimana mengolah bahan mentah menjadi makanan yang lezat.
Seperti pensil dan kertas yang kau buat berharga dengan hasil tanganmu, begitu pula makanan yang kau sajikan ini. Terima kasih, ya, sudah berusaha sejauh dan sebaik ini."
Ia mencium punggung tanganku lagi.
"Tunggu sebentar, Mas dapat kado tadi, tunggu, ya."
Ia sudah melesat ke arah mobilnya, kemudian kembali dengan sebuah kotak berbungkus kertas kado bergambar bunga-bunga.
الفصول الرائجة