Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Friend with Benefit (Bahasa Indonesia)

Friend with Benefit (Bahasa Indonesia)

teriak Yogie ketika Elena sudah hampir sampai pintu ruangannya. Elena menolehkan kepalanya. “Aku tidak mencari lelaki yang lebih baik, aku hanya mencari lelaki yang mau menerimaku apa adanya.” Pernyataan terakhir Elena membuat Yogie tercengang. Apa yang di maksud wanita itu? ***
1092.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai for your page artinya
Baca
+Pustaka
Ethernal Hopes Of The Moon

Ethernal Hopes Of The Moon

"Oh ya?" Aku mengangguk perlahan. Kedua gigiku mengatup, menggigit bagian dalam mulut untuk memaksanya agar tidak gemetar. "Hal yang wajar buat seorang kreator seni. Semua ada masa naik dan turun." "Jadi kamu datang ke tempat ini untuk refreshing ya? Semacam meredakan stress yang melanda akibat kerasnya dunia kerja." "Aku enggak bisa bilang banyak hal karena kita baru aja kenal beberapa menit yang lalu. Yang pasti, tebakanmu lumayan."
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai for your page artinya
Baca
+Pustaka
Istri Kilat Presdir Tampan

Istri Kilat Presdir Tampan

Apa bisa dibilang Kian juga memanfaatkan Arthur? Arthur menepis pikiran yang mengganjal di kepalanya, kembali menurunkan pandangan ke piring, Arthur lantas bertanya, “Aku melihat desain logo di meja, apa kamu yang membuatnya?” Kian mengangguk-angguk walau Arthur tidak menatapnya. “Ya, aku dulu kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual, selain membuat logo, desain, aku juga membuat banner untuk promosi.”
1051.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai for your page artinya
Baca
+Pustaka
Cinta Perlahan Sang Pengacara

Cinta Perlahan Sang Pengacara

“Artinya apa itu?” “Entah, menurut kamu apa?” “Kesepian?” Pram mengerutkan hidung dengan menggemaskan sambil berpura-pura berpikir. “Boleh juga, tafsir bebas.” “Kamu sendiri taruhnya di paling pojok pasti punya makna mendalam. Kalau ini.” Shea melirik ke kiri. Ke sebuah lukisan yang ukurannya lebih kecil, dengan dominasi warna merah bata dan hitam. Goresannya lebih rapi, simetris, dan kelihatan seperti pola berulang, semacam labirin modern. Lukisan yang pertama langsung menarik perhatian Shea. “Aku lihatnya kayak wallpaper rumah sakit jiwa.” Dia menyeletuk sambil mendekat.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 463 kali sebagai for your page artinya
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Lestia
sebenarnya walaupun Author bikin cerita chef galak itu mantan pacarku dengan pov chef Gun tetap aku baca Thor. Dulu berharap ada pov dari Gun waktu beberapa bab tapi keburu tamat. sampai sekarang masih kebayang-bayang chef Gun sama Paramitha
Icank Hanafi
slalu bagus tiap bikin cerita alurnya simpel ga bertele2 ga diulang2, tiap bab slalu ada kejutan klo bs kasih bintang 100 gw kasih deh thor yg blom baca wajib baca, nyesel ga baca.. next baca kisah hiro n naga
Baca Semua Ulasan
Bukan Pengawal Biasa

Bukan Pengawal Biasa

Esok paginya. Art dipanggil pagi-pagi sekali oleh Goon. Dia diajak sarapan bersama di sebuah ruangan yang sepertinya tidak dibebaskan untuk umum, maksudnya orang-orang Phantom di level rendah dan medium. Tapi mengingat itu ... memangnya Art ada di level apa? “Selamat datang di Awan Ketujuh.”
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai for your page artinya
Baca
+Pustaka
DIJODOHKAN MAMA

DIJODOHKAN MAMA

Reza: “Hehe, buat apa debat? Istriku lagi seneng, aku juga ikut seneng. Lagian, kamu tuh kalau udah ngomong ‘pengen’, itu artinya udah setengah jalan menuju tempat nailt art.” Ziva: “Wah, kamu pinter banget baca kode aku.” Reza: “Aku udah lulus kursus ‘Bahasa Bumil Level Expert’, Sayang.” Ziva tertawa, tangannya menepuk meja kecil di depannya. Ziva: “Yaudah, aku nail art bentar aja ya. Paling dua jam.” Reza: “Dua jam tuh ‘bentar’ buat kamu?” Ziva: “Heh, kamu tuh jangan ganggu definisi bahagia seorang perempuan. Nail art tuh bentuk terapi.”
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai for your page artinya
Baca
+Pustaka
GAMBAR SUAMIKU DAN SELINGKUHANNYA DI BALIHO RAKSASA

GAMBAR SUAMIKU DAN SELINGKUHANNYA DI BALIHO RAKSASA

[Apa benar Ibu pemesan lima baliho di jalan utama, Bu? “Benar Pak.” [Tapi ini kenapa desainnya bukan iklan ya, Bu? Malah seperti pengumuman masalah rumah tangga gitu. Jangan umbar aib lah, Bu.] “Itu iklan, Pak. Itu … emm … itu film yang akan kami garap, Pak. Kita pakai teknik covertselling gitu biar menarik masyarakat. Itu film yang diambil dari cerita di KBM app, Pak.”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai for your page artinya
Baca
+Pustaka
Kehidupan Gelap CEO

Kehidupan Gelap CEO

Yang ia lihat adalah lukisan simple yang berisi sebuah tiga pintu dan beserta tangganya. "Artinya setiap orang punya pilihan dalam hidupnya. Dan kita diwajibkan untuk memilih salah satunya. Tapi kita nggak tahu apakah pilihan yang kita pilih sudah tepat atau malah membawa kita dalam masalah." Gio menatap Ana yang berada di sampingnya dengan pandangan yang berbeda. "Artinya sangat mendalam walaupun gambarnya sangat simple." Ana mengangguk-anggukan kepalanya mendengar penjelasan Gio mengenai lukisan yang Gio tunjuk tadi.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai for your page artinya
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Putri Terbuang: Jenderal, Mengakulah!

Balas Dendam Putri Terbuang: Jenderal, Mengakulah!

“Gadis itu benar-benar polos atau terlalu ingin tahu?” Penasaran mengalahkan rasa malu. Ia membuka halaman pertama. Kertasnya kuning buram, huruf-hurufnya elegan, dan di beberapa halaman, ada gambar ilustrasi yang begitu detail hingga membuat telinganya memanas.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai for your page artinya
Baca
+Pustaka
Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa

Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa

Kalimat itu diucapkan dengan kerendahan hati yang hampir membuat Kageo terlihat suci. Dastan mengamatinya sejenak, lalu melanjutkan. "Bagaimana perjalananmu?" "Biasa saja, Kak," jawab Kageo dengan ringan, bahunya sedikit mengangkat. "Aku merasa bosan. Tidak ada kegiatan menarik di sana, jadi aku memutuskan pulang lebih cepat." "Begitu," Dastan mengangguk. "Besok, akan ada beberapa orang yang datang untuk membantumu mempersiapkan pameran lukisan. Kata Rezon, kau sangat ingin melakukannya sejak dulu.”
10135.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai for your page artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status