AMPLOP LEBARAN
Cermin berukuran sedang menempel di tembok sedikit di atas meja, sementara di meja sendiri, hanya ada beberapa tumpuk buku berjajar dengan sebuah parfum pria.
Vita bangkit, lalu berpindah duduk di kursi. Diambilnya salah satu buku sekedar melihat cover-nya. Sebuah novel karya pujangga ternama di mana dia merasa mengenal buku tersebut.
Ah ... iya. Dulu, semasa mereka berteman, Vita pernah memberi novel tersebut, dan sampai sekarang benda itu masih terawat.
Hot Chapters