Gairah Cinta Yang Berdosa
Dia sudah berada di urutan terdepan dari antrean yang masih menyimpan beberapa kotak kaca besar berisi wanita-wanita malang sepertinya di belakangnya.
Dia nyaris tidak bisa mendengar keramaian di luar, bahkan tidak ingin mendengarnya. Namun, suara-suara itu tetap pelan masuk, meski samar. Kotak kaca yang terasa nyaris pengap itu lebih banyak terisi oleh tangisan pilunya. Tangisan merintih yang membuat hidungnya terus melelehkan ingus, membasahi sehelai kain berwarna gold yang menutupi setengah wajahnya, tanpa bisa dia bersihkan.
“Sepuluh juta dolar, gadis cantik nomor 27 milik pria bertopeng nomor 35!” Ma’am Sylvia mengumumkan dengan bangga.
Bab Populer