Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Raja Agung Nayaka Manggala

Raja Agung Nayaka Manggala

Sebaiknya aku melakukan penyerapan sembari menunggu orang itu. Nayaka Manggala duduk bersila dengan mulai berkultivasi. Aliran energi alam mulai berkumpul di sekitar Nayaka Manggala memperkuat tenaga dalamnya. **** Di dalam bangunan, seorang pria tua dengan janggut panjang tengah duduk bersila. Batari Candawani masuk ke ruangan dengan berlutut lalu menangkupkan tangannya, memberikan hormat.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai gambar duduk bersimpuh
Baca
+Pustaka
You're My Mirror

You're My Mirror

Tapi sepertinya bukan heran, lebih tepatnya gadis itu tidak mengerti dengan apa yang membuat lelaki di hadapannya tertawa. Karena lama menunggu Bara tertawa, ia mengubah posisinya dari berjongkok menjadi bersimpuh. Melihat gadis itu mengubah posisinya, Bara yang tadi masih tertawa terpingkal-pingkal, kini berhenti dan memilih ikut mengubah posisinya yang tak nyaman, yakni berbaring dengan ditahan satu siku bekas dirinya terjungkal. "Ekhem!" dehemnya setelah memastikan bersila adalah posisi ternyaman untuk duduk.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai gambar duduk bersimpuh
Baca
+Pustaka
ISTRI YANG DISIA-SIAKAN

ISTRI YANG DISIA-SIAKAN

Hatinya yang sudah hampir mati terenyuh. Ines mencari asal suara, tampak perempuan berkerudung lebar tengah duduk bersimpuh di sudut ruangan dan tepekur. Matanya tampak terpejam, tetapi lidahnya begitu fasih melantunkan ayat demi ayat yang waktu kecil seringkali Ines dengar ketika di pengajian.
1071.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai gambar duduk bersimpuh
Baca
+Pustaka
OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

Kukuh langsung mengatupkan bibirnya rapat-rapat, membiarkan Mata Batin-nya yang mengambil alih penglihatan. (Apakah dia orang desa dari lereng bawah?) batin Kukuh, matanya menyipit saat melihat sesosok pria tiba-tiba berjalan gontai ke arah depan geber (layar panggung) dan duduk bersimpuh di atas tanah basah. (Mungkin dia mendengar alunan gamelan tadi, makanya dia mencari sumber suaranya ke mari. Tapi... tunggu dulu. Kenapa dia tidak menggunakan alas kaki sama sekali di tengah hutan bersuhu sedingin ini?)
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 576 kali sebagai gambar duduk bersimpuh
Baca
+Pustaka
Candu Dekapan Kakak Ipar

Candu Dekapan Kakak Ipar

Tubuh Djiwa perlahan naik ke pangkuan Radja. Ia duduk bersimpuh di atasnya, lututnya mengapit paha lelaki itu, sementara tangan kecilnya menyusup ke balik pakaian yang masih melekat di tubuhnya sendiri. Tatapan mereka bertemu, saling menantang dalam diam. Djiwa mengangkat kedua tangannya, menarik bajunya ke atas. Pelan, mengulur waktu. Hingga kain itu terlepas dan jatuh di lantai.
9.82.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53.1K kali sebagai gambar duduk bersimpuh
Tampilkan Ulasan (142)
Baca
+Pustaka
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Honey Box
Hai kak, ini novel pertama kamu yg aku baca. Aku suka banget!! Awalnya aku ragu ketika baca judulnya, tapi setelah baca beberapa bab aku malah ketagihan. Plot twist nya banyak ya kak, udah gitu penggunaan kalimat dan dialognya oke banget.. Aku bela²in beli koin kak ...
Baca Semua Ulasan
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

Dinding di sekitar mereka seolah bergerak, membentuk bayangan-bayangan aneh yang menari dalam cahaya remang-remang. Di tengah ruangan besar di balik gerbang, ada sebuah altar batu yang dipenuhi ukiran-ukiran kuno. Simbol pesugihan Kandang Bubrah terukir jelas di atasnya, bercahaya redup seperti api yang hampir padam. Di atas altar itu… Sebuah sosok duduk bersila. Sosok yang mereka kenali. Dimas. Lila hampir melangkah maju, tapi Arif menahan lengannya. “Tunggu.”
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai gambar duduk bersimpuh
Baca
+Pustaka
Dosen Dudaku

Dosen Dudaku

Andini tersenyum, lalu mengangguk kencang. “Duduk samping boleh ya, Bu? Kalau duduk ngangkang, nanti anuku sakit,” ujar Andini dengan polosnya. Lelaki yang bernama Abu, merasakan hawa hangat menjalar di pipinya. Bagaimana bisa Andini begitu polos dalam membicarakan sesuatu yang harusnya tabu?
1019.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 757 kali sebagai gambar duduk bersimpuh
Baca
+Pustaka
Ganteng-Ganteng Duda

Ganteng-Ganteng Duda

Dan lagi-lagi, Darma pergi meninggalkan Lia setelah mengatakan titah yang tidak akan bisa Lia tolak. Nasi sudah menjadi bubur, Lia pikir ia tidak bisa kabur, jadi mau tak mau, wanita itu menuruti permintaan sang Papa. Mencuci muka dan menggosok gigi sebelum turun ke bawah dan menemui Mas Vino yang nampak sudah rapi. Mengenakan kemeja biru tua dengan dua kancing atas terbuka dan kain lengan yang digulung sampai siku, membuat lelaki itu nampak semakin enak dipandang. Di sampingnya, ada sebuah bocah manis dengan rambut hitam legam yang dicukur stylish, belum genap empat tahun. Mata beningnya kemudian menatap Lia dengan seksama.
778 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai gambar duduk bersimpuh
Baca
+Pustaka
4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

Sorot matanya lurus memandang ke depan, dia berjalan melewati bahu Tubagus Dharmasuri yang duduk bersimpuh di lantai. Sang prabu berjalan sambil menggenggam kedua tangannya di belakang pinggang. Sejenak dia menunduk ke bawah, dan kemudian mengangkat dagunya, seperti sedang menerima sebuah firasat yang tiba-tiba muncul dalam hatinya.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai gambar duduk bersimpuh
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Ia tertawa kecil saat melihat ekspresi Bumi. "Astaga, kamu benar-benar belum mandi!" katanya sambil menutup mulutnya yang penuh tawa. Bumi hanya mengangkat bahu, nyengir seolah mengakui kekalahannya. Lalu kamera bergeser sedikit, memperlihatkan seorang pria tampan yang duduk di samping Mutia. Wajahnya teduh dan penuh simpati dalam pandangan Bumi. Lelaki itu mengenakan kemeja putih yang lengannya digulung, dan ia mengangguk sopan ke arah kamera.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai gambar duduk bersimpuh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status