Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Angkasa

Angkasa

tawar Pandu lagi dengan senyum semanis gulanya, guru dikantor ini pun sudah curiga dengan tingkah Pandu yang sangat tiba-tiba menggiring semua guru agar ke kantor, dan pintunya harus dikunci supaya murid disini tak mengkrebutinya, ini gratis bu, pak. "Ini gratis semua kok. Yakin tidak ada yang mau? Ya sudahlah, saya kembali ke kelas." Pandu berpura-pura sedih, dan bu Ghina pun menahannya. "Jangan, ya sudah bagikan rata ya." ujarnya ramah, yess! Berhasil. "Sinarmu bukanlah murni, melainkan dari matahari."
85.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai gambar kartun pak guru
Baca
+Pustaka
Terlalu Kaya dan Tampan

Terlalu Kaya dan Tampan

“Kami juga menemukan… sebuah album di loker Kairo.” Kevin mengangkat alis. “Album apa?” Guru itu menatap Kevin, ketakutan. “Album foto. Penuh dengan foto kamu, Kevin. Dari kecil sampai SMA. Seolah-olah… dia mempelajari kamu.” Arkan tertegun. “Dia… mempelajari Kevin?” Guru mengangguk. “Dia ingin jadi kamu.” Kevin kehilangan kata-kata. Arkan menutup mulut.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai gambar kartun pak guru
Baca
+Pustaka
Bu Guru, Ada Salam Dari Papa!

Bu Guru, Ada Salam Dari Papa!

Hari Senin. "Bu Guru! Ada salam, dari Papah!" Aku hanya tersenyum lalu mengelus pipi bakpau anak itu, kemudian berlalu setelah memeluknya. Hari Selasa. "Bu Guru, Papah titip salam!" Aku bengong menatap mata bening Gio yang enggak berdosa. Lagi, anak itu melakukannya. "Dan ini buat Bu Guru dari Gio, ini permen kesukaan Gio, Papah yang membelikannya, sekarang jadi milik Bu Guru!"
1024.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 573 kali sebagai gambar kartun pak guru
Baca
+Pustaka
Jodoh Dadakan Wasiat dari Ayah

Jodoh Dadakan Wasiat dari Ayah

Bu Tejo, guru yang dikenal tak kenal kompromi, kini berhadapan langsung dengan siswi yang tak gentar menantangnya. Bu Tejo memandangi sketsa di tangannya, lalu mencibir. "Gambar seperti ini? Apa ini? Wajah siapa ini? Tidak proporsional, garisnya kaku. Kalau kamu mau jadi seniman, sepertinya kamu masih jauh."
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 745 kali sebagai gambar kartun pak guru
Baca
+Pustaka
Dendam Kaisar Surgawi

Dendam Kaisar Surgawi

“Ya, mungkin benar, tapi… bukankah aku juga butuh kekuatan fisik, Guru Bai? Untuk menghadapi orang-orang di luar sana, aku harus bisa bertarung. Aku harus punya tenaga.” Guru Bai tersenyum tipis, lalu mengeluarkan sebuah gulungan dari balik jubahnya yang lusuh. Dia meletakkannya di depan kami, lalu membuka gulungan itu perlahan. Di dalamnya, ada sketsa yang kasar, tapi cukup jelas menggambarkan diagram tubuh manusia, dengan beberapa titik yang terlihat menyala.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai gambar kartun pak guru
Baca
+Pustaka
Mencintai Guru Galak

Mencintai Guru Galak

Sebab, ia merasa kalau sang guru memiliki rasa yang sama seperti ia rasakan. Bel berbunyi, semua anak murid masuk ke dalam kelas. Sedangkan Via, masih di UKS, sebab kepalanya masih terasa pusing. "Rasanya bisa memeluk baju Rizal, aku sangat bahagia," gumam Via sambil memeluk kemaja milik sang guru. Setelah rasa pusingnya berkurang, Via menutupi roknya dengan kemeja Rizal. Kemudian berjalan dengan perlahan menuju kelas. Terlihat semua murid sudah tidak ada.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai gambar kartun pak guru
Baca
+Pustaka
Anak Rahasia Presdir Impoten

Anak Rahasia Presdir Impoten

Namun, di balik itu semua, ia merasa berdosa karena memiliki pikiran seperti itu. "Putra? Kamu kenapa, Sayang? Kok belum gambar?" tanya Ibu Guru lembut. Menyadari salah satu anak didiknya hanya diam saja sejak tadi. Putra mendongak, berusaha memaksakan sebuah senyum tipis yang palsu, tak ada keceriaan sama sekali. "Nggak apa-apa, Bu Guru. Cuma masih bingung mau gambar apa." "Oh, ya sudah. Tapi gambar sembarang aja nggak papa, Putra. Nanti dari pada nggak mengumpulkan," kata Ibu Guru tanpa rasa curiga.
9.8183.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai gambar kartun pak guru
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Mrs.B
Maaf thor, izin promo novel teman ya. judulnya "Di antara suamiku dan sahabatnya: Rahasia di balik kehamilanku." Premis: ttg istri yang kesepian karena suami dingin workaholic lalu datang sahabat suami yang pengertian
Baca Semua Ulasan
TERBUAI PERHATIAN DOKTER TAMPAN

TERBUAI PERHATIAN DOKTER TAMPAN

“Dulu waktu aku sekolah, aku nggak pernah bayangin kita bakal naik pesawat bareng, Pak Guru.” Hendra pura-pura membetulkan kacamatanya. “Hei, dulu itu aku bukan guru beneran. Guru cadangan yang dipaksa Bu Ratna karena guru kalian sakit.” Belva tertawa keras. “Iya, dan Pak Guru cadangan itu cuma bisa nyuruh kami menggambar pemandangan. Itu pun kamu gambar dua gunung, sawah, matahari di tengah!” “Yang penting anak-anak senang!” Hendra membela diri sambil ikut tertawa.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai gambar kartun pak guru
Baca
+Pustaka
Dream first class

Dream first class

“Sama Ajeng, Rico, dan Tato-Toto.” Ya ampun, Tuhan. “Dibilangin apa saja?” “Katanya Pak guru itu sekarang sedang dipenjara karena membunuh temannya sendiri. Pak Januar takut. Jadi Pak Januar akan berhenti kerja katanya.” Aku kehilangan kata-kata. Tak bisa berkilah atau membenarkan dengan pasif hal tersebut. “Jadi Pak guru benar-benar orang jahat, Bu guru?”
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai gambar kartun pak guru
Baca
+Pustaka
Disakiti Suami Mandul, Dicintai Agen Rahasia

Disakiti Suami Mandul, Dicintai Agen Rahasia

"Selama Ibu Guru tidak ada, siapa yang mengajari kalian?" "Ibu besar," jawab Dani. Sebenarnya maksudnya adalah Bu Darmi, kepala sekolah yang kebetulan bertubuh agak gemuk. Persis seperi cekgu besar di kartun Upin & Ipin. Ah, anak-anak memanggil begitu juga pasti mencontoh dari kartun itu. "Ya sudah, sekarang kembali ke bangkunya masing-masing, ya? Kita mulai dengan berdoa, bernyanyi, lalu belajar bersama-sama. Setuju, anak-anak?"
10899 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai gambar kartun pak guru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status