Adikmu Bukan Adikku Mas
Karina yang sedang mempacking barang di gudang, tertawa terbahak-bahak melihatku memegangi kening.
Pintu gudang memang sengaja aku buat seperti ruko. Lebar dan memakai pintu lipat. Jadi, biar enak memasukkan dan mengeluarkan barang.
Saat pintu dibuka, maka semua yang berada di dalam akan kelihatan. Begitu pun orang di dalam, akan melihat dengan leluasa apa saja yang lewat dari depan rumah.
"Memang nggak ada akhlak, Kau! Kawan kena sial, malah di ketawain," sungutku, sambil mendorong pagar yang terbuat dari besi.
Hot Chapters