GADIS 100 KG
Elang tersenyum nyengir, “Yaudah deh sekarang kamu makan dulu. Mie ayam Mang Ujang,“ kata Elang sambil menyendokkan mie, lalu menyuapkannya pada Adeera.
Adeera tertegun sekian detik. Lalu tersenyum dan segera melahapnya. Merasa istimewa diperlakukan seperti itu. Elang sendiri, hanya menatap dalam diam. Kemudian tersentak saat Adeera mengambil sendok di tangannya dan ganti menyuapinya. Momen seperti itulah yang ia rindukan. Hanya dia dan Adeera, tanpa ada Reynan.
“Enak banget ya, Lang. Rasa mie ayam Mang Ujang, dari dulu nggak berubah. Pas di lidah, nggak bikin enegk,“ ujar Adeera.
’Iya, Deer. Mie ayam Mang Ujang seperti perasaan gue sama Lo. Gak pernah berubah dan original,’ batin Elang.
“Pa
Hot Chapters