Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JERAT GAIRAH SANG SAHABAT

JERAT GAIRAH SANG SAHABAT

tanya Yuki sambil berlagak sok kecakepan, Safia yang melihat ulah sahabat kentalnya hanya mampu mencibir. "Mana ada Adipati kerempeng gitu." "Tar kalo gua udah kaya, gua akan rajin nge-gym. Anyway, lo udah sampein salam gua untuk Embun belum?" "Yah telat, dia baru aja balikan ama mantan terindahnya. Eh turun yuuk sampai tuh!" ajak Safia. Kedua sahabat karib itu turun dari bis dan berjalan pulang menuju ke rumahnya masing-masing.
1034.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai gambar sahabat bercadar
Baca
+Pustaka
Terjerat Godaan Sahabatku

Terjerat Godaan Sahabatku

Keringat menetes di pelipisnya, namun ia tetap tampak fokus memberi instruksi pada dua klien barunya. “Punggung lurus, jangan terburu-buru. Tarik nafas… lalu hembuskan perlahan,” arahnya tenang namun tegas. Tiba-tiba, telinganya menangkap percakapan samar dua orang pemuda yang sedang istirahat di dekat treadmill. “Hei, kau lihat postingan tadi pagi? Katanya itu istri pengusaha restoran di Levita, fotonya tersebar, parah banget.”
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai gambar sahabat bercadar
Baca
+Pustaka
SAHABATKU MADUKU

SAHABATKU MADUKU

Arga melemparkan kulit kacang ke kepala Atha. "Aku sedang menyetir lho, jangan siksa akuuu," ucap Atha dramatis membuat Nayla tertawa. "Kalian lucu sekali, apa kalian saling kenal?" tanya Nayla menatap kedua pria itu. "Iya, dia sahabatku," sahut Arga dibarengi anggukan Atha. "Kukira supir lho, ternyata sahabat Mas. Ganteng ya," ucap Nayla spontan membuat Arga menatap tajam ke arahnya.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai gambar sahabat bercadar
Baca
+Pustaka
ISTRI BERCADARKU TERNYATA ....

ISTRI BERCADARKU TERNYATA ....

Gemericik air dari kolam, pendar lampu yang terang, hamparan rumput golf yang tertata menyerupai permadani yang terhampar hijau juga bunga-bunga yang tertata apik di sekitar gazebo. “Iya, Mbak! Habisin saja dulu makannya! Susah, ya, pake cadar? Memangnya dulu pas di Paris Mbak Rumi sudah pake cadar, ya?” Kevandra mulai mencari tahu lagi tentang kehidupan Arumi. Kemarin beberapa kali mengantarnya, dia sudah cukup banyak mengantongi penggalan informasi yang membuat kecurigaannya semakin mendapatkan banyak bukti. Tentang Arumi yang sekolah S1 di Paris, tentang adik Arumi yang kini mengurus bisnis orang tua, tentang hobi Arumi yang menyukai desain sejak SMA. Hanya saja, satu hal yang belum dia k
1032.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 691 kali sebagai gambar sahabat bercadar
Baca
+Pustaka
Dicintai Dua Sahabat

Dicintai Dua Sahabat

elak Keysha Keysha memang tidak cemburu tapi ia tidak tahu mengapa hatinya tidak terima jika kedua sahabatnya berdekatan dengan wanita lain selain ia dan ibu mereka. "kalau cemburu bilang aja". ejek Kevin yang menikmati wajah kesal Keysha tanpa mereka takut jika Keysha mengamuk "buat apa cemburu aku hanya sahabat kamu, jadi aku mau yang terbaik buat kamu dan Irham jangan sampai salah pilih pasangan". jelas Keysha yang fokus pada mulut kelas yang ada di depannya tanya di duga reaksi dan respon yang diberikan Kevin membuat jantung Keysha serasa ingin copot dan mendadak kedua pipi mulusnya memerah padam
8.84.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai gambar sahabat bercadar
Baca
+Pustaka
Terjebak Asmara Ayah Sahabatku

Terjebak Asmara Ayah Sahabatku

Teringat kejadian di kamar mandi tadi, aku tidak tahan dan perlahan mengulurkan tanganku ke bawah. Namun saat itu juga, aku melihat kotak kardus di samping kursi. Rasa penasaran memang berbahaya. Aku menahan diri, menarik kembali tanganku dan membuka kotak itu. Ternyata isinya adalah sebuah lapisan kulit tiruan untuk boneka stimulasi. Di sampingnya ada buku petunjuk yang menjelaskan bahwa kulit tiruan ini bisa dipasangkan pada boneka atau mainan besar.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai gambar sahabat bercadar
Baca
+Pustaka
Menggoda Ayah Sahabatku

Menggoda Ayah Sahabatku

“Kamu sendiri jomblo. Nggak usah sok nasehatin!” Karina mendengus, tak mau kalah. “Setidaknya aku pernah pacaran. Nggak kayak kamu jomblo dari lahir.” Dua sahabat itu malah berdebat. Kayden di depan akhirnya menghela napas panjang. “Udah, udah. Bisa duduk diem, nggak? Kebiasaan kalian ini,” omelnya sambil fokus ke jalan.
1032.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 852 kali sebagai gambar sahabat bercadar
Baca
+Pustaka
Gairah Sahabat Suami

Gairah Sahabat Suami

ucap Err, Amara dan Err menoleh. "Ouuh yess baby ah ah fuck umm yes!" tentu saja itu tak membuat Err dan Amara terkejut. Mau Bob, Bara dan Bastian yang mendapatkan goyangan ngecor dari salah satu wanita penghibur lainnya. "Bara!" teriak Err.
17.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 459 kali sebagai gambar sahabat bercadar
Baca
+Pustaka
Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

“Kita semua tahu, Suro Joyo itu pendekar yang selama ini suka menolong sesama tanpa pandang bulu. Bekas musuh pun dia tolong, dia beri kesempatan hidup supaya bisa mengubah perilaku dari jahat menjadi baik. Eh..., tiba-tiba ada kabar, kabar duka, kabar nestapa yang menyatakan bahwa Suro Joyo kena musibah. Aku waktu itu hampir saja mencari Badas Wikatra untuk kutantang bertarung satu lawan satu. Tapi aku tiba-tiba teringat kamu, sobat. Maka aku mencarimu, hingga sampai di sini, pesisir utara.” “Sekarang..., apa yang mesti kita lakukan?" tanya Sadrata penuh semangat. ***
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai gambar sahabat bercadar
Baca
+Pustaka
Gairah Sahabat Suamiku

Gairah Sahabat Suamiku

ucap Leo lirih, matanya berkaca-kaca ketika melihat sosok pria yang berdiri di ambang pintu. King, kakak dari sahabatnya, berdiri dengan napas memburu dan wajah penuh amarah. Tatapannya langsung tertuju pada Leo yang terjatuh di lantai, lalu beralih pada Nani dan anak buahnya. "Bos, dia yang tadi ada di depan," lapor anak buah Nani dengan panik. Nani mengumpat pelan. "Sial," katanya sambil mundur selangkah. Lalu ia berteriak. "Habisi dia!"
10356.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.8K kali sebagai gambar sahabat bercadar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status