ASI Untuk Putra Sang CEO
gumam Heri kala ia sampai di kediaman orang tuanya.
"Kenapa kamu, Ri?" Pekik Darmi, sang ibu yang melihat wajah putranya babak belur.
"Namanya laki, Bu," jawab Heri sembari melepaskan sepatunya dan berjalan masuk ke dalam rumah orang tuanya. Pria yang gemar bermain judi itu langsung merebahkan tubuhnya di sofa.
"Siapa yang mukulin kamu, Hah?" Tanya Darmi yang kini sudah membawa baskom kecil beserta dengan handuk kecil yang ia bawa untuk mengompres luka sang putra.