Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Misteri Cinta di Lokasi KKN

Misteri Cinta di Lokasi KKN

Wah, lumayan, hari ini kami tidak memasak lauk pauk, hanya cukup memasak nasi dengan magicom yang mereka bawa. Walaupun mereka orang berada, papa mama Gina orangnya sangat ramah, kami bercengkrama dengan akrab. Gina hanya dua bersaudara, dia anak sulung, adiknya perempuan sekarang sekolah di SMA boarding school, sekolah unggulan di propinsi ini, Gina juga alumni sekolah situ. Walau Papa Mamanya orang super sibuk tapi masih menyempatkan diri mengunjungi anaknya, hmm ... salut aku pada mereka, sungguh beruntung Gina memiliki orangtua seperti itu. Bukan berarti Mamak dan Bapakku kurang kasih sayang, aku tetap hormat dan sayang pada kalian, hanya saja orangtua Gina bisa kujadikan contoh kelak ka
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 516 kali sebagai gamis untuk orang tua
Baca
+Pustaka
PACARKU SUAMI KAKAKKU

PACARKU SUAMI KAKAKKU

Gamma memilih pergi meninggalkan kedua orang tuanya, dia kini duduk merenung di dalam kamarnya. Pikirannya gundah, kacau, dan berantakan. Dia bingung dengan keputusannya saat ini, kembali dia melihat ponsel miliknya, nomor yang tidak dikenal kembali menghubunginya. Tapi Gama memilih membiarkan panggilan tersebut, karena dia mengira itu adalah Rayna. Sementara di luar kamar, kedua orang tua dari Gama, sedikit bertengkar. Ayah Gama ingin putranya itu segera menikah dalam waktu dekat ini. Sementara Ibu menghargai keputusan dari keluarga Risa yang ingin menikahkan Risa dengan putranya, dua bulan ke depan.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai gamis untuk orang tua
Baca
+Pustaka
Papaku Masih Perjaka

Papaku Masih Perjaka

Bocah itu diam memperhatikan gerak-gerik Gama sampai selesai dengan urusannya. “Ah … tadi ada teman Mama Sabsab, Papa ‘kan sudah pernah bilang kita tidak boleh menguping pembicaraan orang,”jawab Gama. Ia tersenyum melihat Maha mengangguk-angguk berulang, tandanya anak itu bisa menerima alasannya. “Tapi kalau teman, kenapa muka Mama Sabsab seperti kesal?”
1037.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai gamis untuk orang tua
Baca
+Pustaka
Anak Untuk Mas Agam

Anak Untuk Mas Agam

Gentari amat tahu bagaimana lima tahun belakangan ini sang mama mati-matian bekerja keras di rumah orang besar. Mamanya bekerja menjadi asisten rumah tangga, bos mamanya terkenal baik. Tapi, walaupun begitu Gentari tetap saja merasa tak tega melihat Mia harus pergi pagi pulang siang dari sana. "Gentari, ada apa, Nak? Kamu ada masalah di sekolah, cerita sama Mama, Sayang," desak Mia, dari nada bicara begitu kentara kecemasan.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai gamis untuk orang tua
Baca
+Pustaka
Attack of Playboy

Attack of Playboy

Semoga saja kawannya yang satu itu enggak bikin masalah yang bisa menjerumuskan diri sendiri. “Baik, sampai di sini dulu. Jangan lupa kasih tau orangtua kalian buat segera gabung ke grup W******p khusus orangtua ya. Tapi, Bapak gak akan maksa. Siapa tahu gadget orangtua kalian gak mendukung. Jadi, biasakan buat saling berbagi informasi ya. Silakan istirahat,” tandas Pak Mada.
7.53.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai gamis untuk orang tua
Baca
+Pustaka
Ibu, CEO Tampan itu Ayahku!

Ibu, CEO Tampan itu Ayahku!

Mama, aku lagi cobain game baru," jawab Ingga sambil tersenyum manis. "Game baru apa itu?" tanya Juanita, tertarik. Bagi anak-anak yang sedang berkembang, sangat penting bagi orang tua untuk menunjukkan ketertarikan pada aktivitas mereka dan berkomunikasi lebih sering, demi mempererat hubungan. "Ini game yang baru saja populer dalam dua tahun terakhir, cepat sekali berkembangnya," jelas Ingga dengan santai. Juanita, yang mengenali game tersebut, menjadi lebih tertarik, "Oh, game ini? Mama tahu, sangat populer, mirip Mobile Legend, ‘kan?"
9.334.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 686 kali sebagai gamis untuk orang tua
Baca
+Pustaka
 Permainan Gila Kakak dan Ibu Tiriku

Permainan Gila Kakak dan Ibu Tiriku

"Apa yang membuatmu tiba-tiba tertarik pada bisnis, David?" Suara Miranda lembut, tapi tajam di bawahnya. Dia tersenyum tipis, melanjutkan, "Saranku, lebih baik fokus pada pendidikanmu dulu. Aku dengar prestasimu di kampus... kurang memuaskan. Belajarlah lebih giat. Buat ayahmu bangga. Setelah itu, baru pikirkan bisnis." Kata-katanya terdengar seperti nasihat. Tapi nada di baliknya jelas. Ini penolakan.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai gamis untuk orang tua
Baca
+Pustaka
Permainan Gairah Istri Bos

Permainan Gairah Istri Bos

mainan yang dia beli dengan uang. Tapi, 20 miliar. Harga ini jelas tidak membuatku rugi. Aku mengambil kartu ATM itu lalu bersiul. Mulai hari ini, aku, Tommy, juga sudah menjadi orang kaya. Sedangkan Riana .... Waktu masih panjang. Permainan kami baru saja dimulai. Aku memakai pakaianku sampai rapi, lalu melangkah keluar dari kamar tidur. Riana sedang duduk di sofa ruang tamu dengan mengenakan pakaian kerja yang rapi, sudah kembali berubah menjadi sosok ratu gunung es yang selalu diagungkan.
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai gamis untuk orang tua
Baca
+Pustaka
PERMAINAN SUAMI DAN IBU TIRI

PERMAINAN SUAMI DAN IBU TIRI

Aku pindah duduk di pojok sambil minum dan merekam apa saja yang di lakukannya menggunakan ponselku, tentunya rekamanan ini langsung aku kirim ke orang yang menyelamatkan aku. “Halo semuanya!” Bu Jovi berdiri dan menyapa semua Ibu-ibu yang hadir, “Mari kita mulai permainan kita, seperti biasa, arisan kita berbeda dengan yang lain, ini tepatnya sebuah permainan kartu, yang menang akan membawa uang banyak dan kalau kalah, akan kita carikan solusinya,” sambung Bu Jovi. Sebatang rokok menyala di sela jarinya. “Bagaimana dengan Bu Dona, dia anggota baru kita, apakah dia mengerti arisan kita?” tanya Bu Mimi memancing.
27.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 861 kali sebagai gamis untuk orang tua
Baca
+Pustaka
NGAMAR ATAU BAYAR

NGAMAR ATAU BAYAR

Agung terdiam mendengar ucapan Susi. "Baiklah kalau itu mau kamu. Tapi apa aku boleh memberikan makanan atau barang - barang lucu untuk kamu. Lalu datang dan berkenalan dengan orang tua kamu? Yah, sekalian jalan - jalan berdua atau ramai-ramai dengan keluarga kamu pun boleh, Sus," pinta Agung penuh harap.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai gamis untuk orang tua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status