Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rumah Kos Berhantu

Rumah Kos Berhantu

Tetangga Rumah “Tok, tok,tok,” Suara pintu rumah diketuk berkali-kali. "Bu Vina… Bu Vina …" Panggil seorang wanita setengah baya. “Tok, tok,tok,” Suara pintu rumah diketuk lagi oleh wanita paruh baya itu. Dia terus mengetuk pintu rumah meskipun pintu rumah itu sebenarnya sudah dalam keadaan terbuka.
103.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 72 Beses bilang gang rumah
Read
+Library
RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

[Assalamu'alaikum, Mas ada di mana] [Wa'alaikumsalam, ini lagi lembur memangnya kenapa] "Lembur di rumah selingkuhan," batin Alda. [Mas bisa pulang sekarang nggak, perut aku kambuh lagi] [Apa?! Iya, iya, aku pulang sekarang]
109.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 337 Beses bilang gang rumah
Read
+Library
Menikah Lagi untuk Membalas Sakit Hati

Menikah Lagi untuk Membalas Sakit Hati

"Kamu benar-benar gila, Mas!" Salma berteriak dengan sangat kencang saat mereka berada di dalam rumah. "Ya, aku memang gila!" bentak Guntara tak kalah keras dari Salma. Angin malam menyusup dari celah jendela kayu rumah bergaya minimalis yang berdiri di pinggiran kota. Rumah itu sunyi, hanya diisi oleh kenangan masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Dinding-dindingnya masih menyimpan gema tawa dan tangis, jejak-jejak cinta yang dulu pernah menyala, lalu padam tanpa aba-aba.
2.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 71 Beses bilang gang rumah
Read
+Library
Gara-gara Teman, Rumah Tanggaku Berantakan

Gara-gara Teman, Rumah Tanggaku Berantakan

tiiinnn "Dih!" sentak wanita bernama Rana itu terkejut seraya menoleh ke arah gorden yang sudah tertutup, "biasanya juga langsung masuk kayak maling, banyak tingkah amat ya pengangguran," ocehnya lalu mengambil krim malam untuk perawatan kulit. "Rana ... Rana!" teriak seseorang dari luar rumah, panggilan bersuara keras dan mengganggu, juga panggilan yang membuat Rana sontak terdiam saat menyadari bahwa yang memanggilnya adalah suara wanita.
102.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 102 Beses bilang gang rumah
Read
+Library
Bidadari di Dalam Rumahku

Bidadari di Dalam Rumahku

Saat aku hendak melihat ke luar, aku melihat ada orang berlari tapi aku tak sempat mengejar. Mas Ilham dan Pak Karno sudah kembali, dari rumah Pak RT. Aku menceritakan pada Mas Ilham soal bangkai dan jendela kamar yang pecah. "Malam ini pihak RT akan membantu dengan mengadakan ronda di sekeliling villa ini," kata Mas Ilham. "Semoga setelah ini tidak ada teror lagi, Mas," ucapku. Sore itu kami ke sungai yang ada di dekat villa. Bu Min tak ikut karena harus menunggu orang memperbaiki jendela.
1036.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.3K Beses bilang gang rumah
Read
+Library
Mertua Benalu Di Rumahku

Mertua Benalu Di Rumahku

Bab 1 "Mas, kok rumah berantakan gini, sih?" keluhku pada Mas Dito yang sedang memainkan gawainya di teras rumah. Baru turun dari mobil, aku sudah menginjak mainan Kania–putri pertamaku bersama Mas Dito. Mainan Kania berserakan di mana-mana, begitu juga dengan daun pohon mangga dan pohon rambutan yang ada di depan rumah. Memang tadi pagi aku pergi kerja setelah Subuh, karena harus menjemput klien yang baru datang dari luar kota. Akan tetapi ada Bik Minah yang akan datang pagi dan pulang waktu sore yang akan mengurus rumah.
3.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 82 Beses bilang gang rumah
Read
+Library
LOVE is YOU, Ra!

LOVE is YOU, Ra!

“Eh, ya. Bicara-bicara, saya belum melihat Neng Alina. Biasanya selalu berenang kalau cuacanya gerah begini.” Maura makin terbahak mendengar pemilihan kata Cucun, baru dilihatnya seorang asisten rumah tangga yang begitu menghibur dan menyenangkan seperti Cucun. “Udah, Teh. Sakit perut saya.” Maura mengusap airmatanya karena terlalu banyak tertawa. “Apa yang lucu?” Rangga berjalan masuk dari halaman belakang dengan rambut basah dan bathrobe membungkus tubuhnya, terlihat menggoda di mata Maura. “Cucun lucu, ya?”
1031.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang gang rumah
Read
+Library
Mas Ganteng

Mas Ganteng

tanya Dego mulai gemas. “Kalau gue mau dua-duanya gimana? Bermusuhan dan berteman. Hubungan yang menarik ‘kan?” Rumi beranjak dari kursi dengan langkah sedikit sempoyongan. Dego hanya geleng-geleng mengamati kelakuan Rumi. “Lo jelas-jelas mabuk begini masih bilang otak lo masih waras? Halunasi, iya.” “Lo kan tahu gue. Meskipun gue mabuk, isi kepala gue masih tetap berfungsi baik.” Rumi menunjuk-nunjuk kepalanya begitu bangga.
7.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 228 Beses bilang gang rumah
Read
+Library
Sepuluh Ribu dari Suami Pelitku

Sepuluh Ribu dari Suami Pelitku

"Aku langsung gabung sama Abang kamu dan juga Reyza. Semangat, Din. Aku dukung kamu terus." Aku hanya menganggukkan kepala, kemudian dengan cepat memasuki halaman belakang rumah diikuti oleh Rumi. Adikku itu menggandeng tanganku, berusaha untuk menguatkan. "Semangat, Mbak." "Makasih, Rum." Aku tersenyum pada Rumi yang juga tersenyum. "Dasar orang-orang gak jelas. Ngapain mereka itu ada di depan rumah, hah?! Buat pusing aja, ribut banget lagi." Mas Guntur sedang mendumal.
1012.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 475 Beses bilang gang rumah
Read
+Library
Kubeli Suamiku Dari Keluarganya

Kubeli Suamiku Dari Keluarganya

Tante Sari tampak shock mendapat perlawanan. Ia terbelalak kaget. Tidak menyangka aku yang biasa memilih mengalah kini melotot melawan ucapannya. Bahkan memanggil diriku dengan sebutan 'aku' bukan 'Rum' *** "Kamu itu ya, Rum. Ngomong kok sombong sekali. Aset kampung plus warisan. Tidak usah terlalu banyak ngehalu, takutnya kamu depresi. Mending jualan risoles, bakwan atau apa saja yang bisa menyambung nafkah anak-anak kamu. Kalian sekeluarga memang cocok hidup makan halu, tak ada bedanya dengan si Yuni.
1016.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 641 Beses bilang gang rumah
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status