Takdir Kita Tak Pernah Terhubung
Dia bergerak sebelum aku sempat menarik napas.
Satu saat masih ada jarak di antara kami, adat, perbatasan, takdir …
dan di detik berikutnya, tangannya telah mencengkeram pergelangan aku dengan kekuatan yang mengejutkan kami berdua.
"Kita pergi," kata Anto.
Bukan sebuah permintaan.
Bukan sebuah rencana.
Sebuah perintah yang lahir dari naluri, tajam dan tanpa pertimbangan, seperti komando di medan perang ketika keraguan berarti kematian.
인기 회차