DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate
“Tindakanmu luar biasa, asal kamu tau. Sikap cepat tanggap sama kooperatif kamu. Well, di beberapa sisi, kita emang berseberangan, tapi kayaknya hubungan timbal-balik gini terasa saling nguntungin banget, bnener?”
“Saya senang membantu, Nona.”
Bagus. “Kalau gitu, kamu bisa bantu satu hal lagi?”
*#*
“..… Untuk kebanggaan, keagungan, dan kemuliaan abadi.”
Akhirnya. Berakhir juga.
Aku ngerti kenapa generasi tua itu emang pantas dibenci, disisihkan, dan enggak seharusnya dihormati.
Mereka banyak omong. Sok tahu. Dan berpikir kalau cara mendidik terbaik adalah dengan mencuci otak anak-anak muda—dan itu bakal berakhir buruk, seenggaknya untukku.
Hot Chapters