Lima Samurai Batavia
Fadjar menaikkan alis mata, “Benar tidak jalan pikiranku?”
“Haaahaaa,” akan tetapi, Poernomo tampak belum menghargai jalan pikiran sahabatnya ini, “Kau tahu bahwa Militer Cina juga kuat di luar sana, tapi apakah mereka datang ke sini? Padahal, pedagang peranakan banyak kita temui di seluruh penjuru negeri. Masa hanya segelintir toko Jepang dibangun, kau sudah berpikir bisa saja Jepang menyerang Indonesia tiba-tiba? Mana mungkin! Lagipula, sekutu masih kuat di perang dunia sana!”
“Jangan samakan orang Cina yang membuka toko di sini dengan orang Jepang yang membuka toko di sini. Kau tak melihat perbedaannya?” Fadjar masih terus membuka jalan pikiran Poernomo.
Hot Chapters