Pesugihan Kandang Bubrah
Gibran selalu tampak terganggu, terutama sejak sosok almarhum Mira, adiknya, mulai menghantui hidupnya.
Namun, rasa kasihan itu tidak bertahan lama. Gibran telah menjadi duri dalam daging, terus-menerus memprovokasi Lila dan mencoba mengorek rahasia hidup Arif.
Arif menggertakkan giginya. “Kau benar-benar tidak tahu kapan harus berhenti, Gibran,” gumamnya. Arif menatap tanah di bawah kakinya, mengingat malam ketika dia melakukan ritual untuk mengorbankan Mira. Gadis muda itu, adik Gibran, adalah tumbal yang telah memberi Arif kekayaan dan kejayaan.